UNIBA Jadi PTS Pertama di Kaltim Gandeng BPJS Ketenagakerjaan    

Ajie Chandra • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:48 WIB

 

KOLABORASI: Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNIBA dan BPJS Ketenagakerjaan.
KOLABORASI: Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNIBA dan BPJS Ketenagakerjaan.  

BALIKPAPAN- Universitas Balikpapan (UNIBA) resmi menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Kalimantan Timur yang menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sinergi ini tidak hanya memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan kampus, tetapi juga membuka penguatan riset serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh pimpinan kedua belah pihak di Balikpapan. Agenda ini dihadiri langsung oleh Rektor UNIBA Dr. Ir. Isradi Zainal, Pembina Yapenti-DWK Dr. H. Rendi Susiswo Ismail, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah konkret langsung diambil dengan menurunkan kerja sama ke tingkat teknis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima unit kerja di lingkungan UNIBA. Kelima unit tersebut mencakup Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Vokasi, Fakultas Kedokteran, serta DPPMKH.

Keterlibatan lintas fakultas tersebut dirancang agar kolaborasi tidak berhenti di atas kertas semata. Berbagai program terukur segera dijalankan, mulai dari bidang pendidikan, riset terapan, pemagangan mahasiswa, hingga aksi promotif dan preventif seputar jaminan sosial dan K3.

Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan drg. Faizal Rachman menegaskan, perguruan tinggi memegang posisi penting dalam menciptakan ekosistem perlindungan pekerja yang menyeluruh di Kalimantan Timur.

"Kerja sama ini mempertemukan mandat perlindungan pekerja dengan peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kita ingin membangun hubungan yang saling menguatkan, dengan kontribusi nyata dari kedua pihak," ujar Faizal.

Melalui kemitraan ini, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kepesertaan jaminan sosial bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus. Perlindungan juga diproyeksikan merambah rantai pasok kampus, penyedia barang dan jasa, hingga pelaku usaha di sekitar lingkungan perkuliahan.

Perlindungan jaminan sosial juga dipastikan menyasar para mahasiswa yang turun langsung ke lapangan. Mahasiswa yang menempuh program magang, praktik kerja lapangan (PKL), maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan terlindungi program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Selain aspek jaminan, mahasiswa bidang K3 dan rumpun ilmu kesehatan yang relevan memperoleh akses prioritas untuk menjalani magang kerja praktik di BPJS Ketenagakerjaan. Ruang beasiswa dan opsi perkuliahan jarak jauh bagi karyawan BPJS Ketenagakerjaan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) turut dijajaki.

Rektor UNIBA Isradi Zainal menyambut antusias kerja sama ini, terutama dalam mendorong riset terapan yang mampu melahirkan masukan kebijakan nyata bagi dunia industri.

"Ini adalah awal yang baik bagi kita untuk bersama-sama membuat langkah-langkah yang konkret. Tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu yang memberikan manfaat, khususnya melalui kolaborasi penelitian bersama," tegas Isradi.

Isradi menambahkan, kajian akademis para dosen dan peneliti diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan keselamatan kerja di lapangan secara tepat sasaran.

"Penelitian yang kita lakukan nantinya diharapkan dapat memberikan saran-saran yang konkret, misalnya terkait isu K3 maupun penelitian jaminan sosial lainnya. Pintu sudah kita buka untuk para akademisi UNIBA," jelas Isradi.

Dukungan penuh juga disampaikan Pembina Yapenti-DWK Rendi Susiswo Ismail. Ia menilai kolaborasi ini memiliki dampak positif yang luas bagi pengembangan kelembagaan dan masyarakat luas.

"Kami menyambut baik kerja sama yang terbangun antara Universitas Balikpapan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kami melihat kerja sama ini menjadi pintu untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat," pungkas Rendi.

Langkah proaktif UNIBA ini diharapkan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain di Kaltim untuk ikut memperluas kesadaran dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (*)

Editor : Ismet Rifani
Rendi Susiswo Ismail Faizal Rachman BPJS Ketenagaakerjaan Uniba balikpapan