KKN UM 2026 Resmi Ditutup, Rektor Tekankan Keberlanjutan Program Berbasis Data Kelurahan

Maria Irham • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:17 WIB

 

TUTUP KKN: Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi SH MH menyampaikan arahan pada penutupan KKN UM 2026 di Ballroom Cheng Hoo, Jumat (18/9/2026).
TUTUP KKN: Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi SH MH menyampaikan arahan pada penutupan KKN UM 2026 di Ballroom Cheng Hoo, Jumat (18/9/2026).  

BALIKPAPAN - Universitas Mulia (UM) memastikan hasil pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 tidak berhenti saat masa tugas mahasiswa di lapangan usai, melainkan ditransformasikan menjadi program berkelanjutan berbasis data presisi kelurahan di Kota Balikpapan.

Seluruh hasil pemetaan wilayah, integrasi RT digital, hingga pendataan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan dikompilasi secara terstruktur agar menjadi pijakan bagi angkatan KKN tahun depan.

Arahan tegas tersebut ditegaskan langsung oleh Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, SH MH saat menutup secara resmi KKN UM 2026 di Ballroom Cheng Hoo, Jumat (18/9/2026).

Acara penutupan itu dihadiri jajaran Wakil Rektor, para dekan, ketua program studi, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta para ketua kelompok mahasiswa dari puluhan kelurahan di Balikpapan.

Agung menegaskan bahwa KKN tahun ini melibatkan pimpinan perguruan tinggi secara langsung ke lapangan guna memetakan persoalan nyata warga kota secara akurat.

"Ketika pimpinan turun ke bawah, kita bisa melihat sendiri persoalan yang riil yang ada di setiap kelurahan se-Kota Balikpapan," ujar Agung di hadapan para sivitas akademika.

Menurutnya, lokasi KKN yang dipusatkan di Balikpapan memberikan keuntungan strategis karena pemutakhiran data warga dan program pemberdayaan dapat terus dikawal tanpa terputus.

Jika sebuah program pengabdian ditinggalkan begitu saja setelah masa tugas berakhir, maka kontribusi perguruan tinggi kepada lingkungan sekitar dinilai tidak akan memberi dampak nyata.

"Kalau KKN berikutnya kita tinggal, maka tidak akan berdampak," tegasnya.

Ia membeberkan bahwa pendekatan KKN UM kini telah berevolusi total meninggalkan pola lama yang hanya berorientasi pada kegiatan seremonial sesaat.

"Dulu sekadar ngecat-ngecat, ikut kegiatan 17 Agustusan, ikut membangun apa begitu. Sekarang berbeda," tutur Dr. Agung seraya tersenyum.

Respons positif juga mengalir deras dari aparat pemerintahan di tingkat kelurahan yang merasa terbantu dengan kehadiran basis data digital mahasiswa.

Bahkan, sejumlah lurah secara terbuka meminta agar durasi pengabdian mahasiswa di lingkungan mereka dapat diperpanjang.

"Beberapa kali saya ketemu dengan lurah-lurah, mereka mengatakan, 'Bapak, kenapa waktunya singkat sekali.' Mereka masih ingin bersama kalian dalam KKN tersebut," ungkapnya.

Seluruh laporan, dokumentasi video, dan basis data dari masing-masing kelurahan nantinya akan diserahkan secara resmi kepada pihak kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Balikpapan.

Agung mengibaratkan pengabdian masyarakat ini selayaknya menanam benih yang menuntut perawatan berkala dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Kita ingin KKN ini benar-benar berdampak. Berdampak itu panjang, tidak bisa sekali terus jadi. Apa pun yang ditanam butuh proses," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) KKN UM 2026, Gunawan ST MT menambahkan bahwa pengabdian selama kurang lebih satu bulan ini telah berjalan optimal di berbagai penjuru kelurahan.

Laporan akhir mahasiswa kini masuk dalam tahap evaluasi komprehensif universitas untuk memastikan kesinambungan program pembangunan masyarakat yang selaras dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)

Editor : Ismet Rifani
tutup KKN 2026 Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi