BALIKPAPAN — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menegaskan hanya memberikan batas toleransi kenaikan harga komoditas sebesar 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada para distributor. Langkah ini diambil untuk mengontrol lonjakan harga bahan pokok akibat fenomena El Nino.
Fenomena El Nino mulai memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di Balikpapan, mulai dari buah-buahan, sayur-mayur, hingga beras, seiring berkurangnya volume pasokan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa dampak El Nino telah menekan tingkat produksi dan mendongkrak biaya logistik. Oleh karena itu, distributor wajib membuktikan rincian biaya, mulai dari proses pengambilan produksi hingga pengiriman barang sampai di Balikpapan.
"Itu menjadi acuan pemerintah untuk memahami alasan distributor menaikkan harga. Namun, pemerintah hanya memberikan toleransi kenaikan maksimal 5 persen dari HET," tegas Haemusri.
Haemusri menambahkan, saat ini stok beras di Bulog Balikpapan tergolong aman, yakni mencapai sekitar 1.300 ton, dan diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2026.
Menurutnya, pemicu utama kenaikan harga beras saat ini bukanlah kelangkaan, melainkan membengkaknya biaya produksi, logistik, dan ongkos angkut.
"Sehingga kita memanfaatkan peran dari distributor untuk melakukan kegiatan pengadaan pangan," tuturnya.
Untuk meringankan beban masyarakat, Disdag Balikpapan merespons situasi ini dengan mendukung gelaran Pangan Murah yang digagas oleh Polda Kaltim. Selain itu, Disdag juga menyiapkan program Pasar Murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah.
Mengingat keterbatasan anggaran yang membuat Disdag hanya dapat menggelar Pasar Murah pada momen HBKN, Haemusri mengapresiasi dan mendorong keterlibatan instansi lain untuk mengadakan kegiatan serupa secara bersinergi. (*)
Editor : Ismet Rifani