BALIKPAPAN- Sebanyak 35 mahasiswa Universitas Mulia (UM) mengikuti Sosialisasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Rabu (23/9).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai program riset yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), termasuk ketentuan peserta, ruang lingkup penelitian, serta mekanisme pengajuan proposal.
Dari UM, kegiatan diikuti mahasiswa dari sejumlah program studi. Mahasiswa Farmasi dan Ilmu Komputer termasuk yang banyak mengikuti sosialisasi tersebut.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari BPDP, Mohammad Alfansyah SH MH dan Dr.sc.agr. Ir. Aiyen Tjoa M.Sc.Aiyen Tjoa merupakan akademisi dan peneliti bidang pertanian yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah.
Dari ITK, kegiatan menghadirkan Rektor ITK Prof. Dr. Agus Rubiyanto, MEng.Sc.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa adalah dukungan pendanaan penelitian dengan nilai maksimal Rp20 juta. Program tersebut terbuka bagi mahasiswa dari seluruh program studi, sepanjang penelitian yang diajukan memiliki keterkaitan dengan sawit.
Ketentuan tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian sawit dari berbagai perspektif keilmuan. Riset tidak terbatas pada bidang yang secara langsung berkaitan dengan perkebunan, tetapi dapat dikembangkan sesuai kompetensi program studi selama memiliki keterkaitan dengan komoditas sawit.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Gunawan, S.T., M.T., mengatakan mahasiswa UM perlu segera memanfaatkan informasi yang diperoleh dari sosialisasi tersebut dengan mulai menyiapkan proposal penelitian.
“LPPM siap mendampingi penyusunan proposal sesuai dengan pedoman yang sudah ada. Kami juga mempersilakan program studi yang mahasiswanya mengikuti kegiatan ini untuk turut mendampingi mahasiswa dalam penyusunan proposal,” kata Gunawan.
Menurutnya, mahasiswa yang memiliki gagasan penelitian terkait sawit dapat segera mengembangkannya menjadi proposal untuk diajukan dalam program tersebut. Pendampingan dari program studi dan LPPM diharapkan membantu mahasiswa menyesuaikan rancangan penelitian dengan pedoman yang ditetapkan.
Batas pengajuan proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027 ditetapkan pada 31 Oktober 2026. Dengan waktu pengajuan yang tersedia, mahasiswa dan program studi perlu segera menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan memetakan gagasan riset, menentukan topik, serta menyusun proposal sesuai ketentuan.
Gunawan hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Bagian Kemahasiswaan UM Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.
Bagi UM, keterlibatan mahasiswa dalam program riset tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan gagasan penelitian yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan dan potensi industri sawit.
Mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan di UM dapat mengambil bagian dengan mengembangkan perspektif sesuai kompetensi masing-masing. Dengan dukungan pendampingan dari program studi dan LPPM, gagasan tersebut selanjutnya dapat diarahkan menjadi proposal penelitian yang memenuhi pedoman program.
Mahasiswa yang berminat mengikuti Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026–2027 dapat segera berkoordinasi dengan program studi masing-masing untuk memperoleh pendampingan dan menyiapkan proposal sebelum batas waktu pengajuan. (*)
Editor : Ismet Rifani