UM Perluas Jejaring Akademik Internasional, Jajaki Kolaborasi dengan NEWUNI Georgia  

Maria Irham • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:08 WIB
JAJAKI KERJASAMA: Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama Yusuf Wibisono mengikuti pertemuan daring dengan New Higher Education Institute (NEWUNI), Georgia pada Selasa (29/9).
JAJAKI KERJASAMA: Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama Yusuf Wibisono mengikuti pertemuan daring dengan New Higher Education Institute (NEWUNI), Georgia pada Selasa (29/9).

BALIKPAPAN- Universitas Mulia (UM) memperluas penjajakan jejaring akademik internasional ke kawasan Kaukasus melalui pertemuan daring dengan New Higher Education Institute (NEWUNI) Georgia, Selasa (29/9). 

Pertemuan tersebut menjadi ruang awal bagi kedua institusi untuk saling mengenal profil, kapasitas akademik, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Georgia merupakan negara di kawasan Kaukasus Selatan yang berada di pesisir timur Laut Hitam, dengan posisi geografis yang menghubungkan kawasan Eropa dan Asia. Negara ini berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Turki dan Armenia di selatan, serta Azerbaijan di sebelah tenggara. Ibu kotanya, Tbilisi, merupakan pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat pendidikan dan kegiatan akademik Georgia.

Posisi geografis tersebut memberikan konteks tersendiri bagi penjajakan kerja sama Universitas Mulia dengan perguruan tinggi di Georgia, khususnya dalam memperluas jejaring akademik UM ke kawasan Eropa dan Asia.

NEWUNI merupakan perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Tbilisi. Institusi ini berdiri pada 2013 dan memiliki status otorisasi sebagai institusi pendidikan tinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan nasional Georgia. Program studi yang ada di NEWUNI antara lain: Business Administration, Tourism, International Relations, Psychology, dan Computer Science. Khusus untuk Computer Science terbagi dalam program berbahasa Georgia dan Bahasa Inggris.

Pertemuan diikuti oleh jajaran dan pengelola bidang akademik, kerja sama, kemahasiswaan, serta hubungan masyarakat dari Universitas Mulia. Dari UM hadir Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama Yusuf Wibisono, MTI, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Wisnu Hera Pamungkas, MEng, Kepala PSDKU Samarinda Tina Triwulansari MTI, Kepala Bagian Kerja Sama Wahyu Nur Alimyaningtias, M.Kom., Kepala Bagian Kemahasiswaan Riski Zulkarnain MPd, serta Kepala Humas Yamani MPd. Dari pihak NEWUNI Georgia, pertemuan diwakili Prof. Nana Tsikhistavi selaku Head of International Relations Service.

Pada bagian awal pertemuan, kedua pihak memperkenalkan institusi masing-masing dan membahas bidang yang memiliki kemungkinan untuk dipertemukan melalui kerja sama internasional. Pembahasan diarahkan tidak hanya pada hubungan kelembagaan, tetapi juga pada kegiatan yang dapat melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, dan unit akademik yang relevan. Pendekatan tersebut penting agar penjajakan kerja sama dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan yang konkret dan memiliki manfaat langsung bagi sivitas akademika.

Dari sisi Universitas Mulia, keragaman bidang akademik menjadi salah satu modal dalam penjajakan kerja sama. UM memiliki lima fakultas dengan bidang keilmuan yang mencakup ilmu komputer, ekonomi dan bisnis, humaniora dan kesehatan, hukum, serta teknik. Dengan cakupan tersebut, peluang kolaborasi dapat dibuka lintas disiplin, terutama pada bidang teknologi dan digital, bisnis, hukum, teknik, kesehatan, pendidikan, serta bidang lain yang memiliki irisan dengan program akademik yang dikembangkan NEWUNI.

Dalam pembahasan substansi kerja sama, kedua institusi melihat sejumlah bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan secara bertahap. Bentuk tersebut antara lain joint research and publication, kolaborasi penulisan joint book atau book chapter, guest lecture, team teaching, joint webinar dan academic seminar, serta kolaborasi dalam jurnal akademik. Selain kegiatan yang berorientasi pada dosen dan peneliti, peluang kerja sama juga dapat diarahkan pada online student collaboration serta cultural and academic exchange untuk memperluas interaksi mahasiswa kedua institusi.

Model kerja sama berbasis daring menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk tahap awal. Selain memungkinkan kegiatan akademik dilaksanakan tanpa menunggu pertemuan tatap muka, pendekatan ini dapat menjadi sarana untuk menguji bentuk kegiatan yang paling sesuai dengan kebutuhan kedua institusi. Kuliah bersama, diskusi akademik, seminar, webinar, proyek kolaboratif mahasiswa, dan pertemuan antardosen dapat dilaksanakan secara daring sebelum dikembangkan menjadi program kerja sama yang lebih luas apabila terdapat kesesuaian dan kesiapan kedua pihak.

Bagi Universitas Mulia, kerja sama dengan NEWUNI juga memiliki arti penting dalam memperluas pengalaman akademik internasional mahasiswa dan dosen. Interaksi dengan sivitas akademika dari Georgia dapat membuka ruang pertukaran perspektif, pengembangan jejaring penelitian, serta pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan pendidikan tinggi di kawasan Kaukasus. Bagi mahasiswa, kegiatan kolaboratif dapat menjadi pengalaman akademik lintas negara yang tidak selalu harus diawali dengan mobilitas fisik.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi calon unit, program studi, dan kelompok akademik yang dapat dilibatkan pada tahap berikutnya. Pemetaan ini diperlukan agar kerja sama tidak berhenti pada hubungan antarlembaga, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memiliki penanggung jawab, sasaran, bentuk aktivitas, dan keluaran yang jelas. Dengan demikian, setiap bentuk kerja sama dapat disesuaikan dengan kapasitas serta bidang keahlian yang tersedia di kedua institusi.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Mulia dan NEWUNI dapat melanjutkan komunikasi untuk memetakan bidang yang memiliki irisan kepentingan dan menentukan bentuk kegiatan yang paling memungkinkan untuk direalisasikan. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar penyusunan program kerja sama yang lebih spesifik, termasuk kemungkinan pengembangan dokumen kerja sama dan rencana kegiatan pada tingkat unit atau program studi. Pendekatan bertahap ini diharapkan dapat memastikan bahwa kerja sama internasional dibangun berdasarkan kebutuhan dan potensi nyata kedua institusi.

Pertemuan dengan NEWUNI menjadi bagian dari langkah Universitas Mulia dalam membangun jejaring akademik internasional dengan perguruan tinggi di berbagai kawasan. Penjajakan dengan institusi di Georgia memperluas cakupan hubungan internasional UM sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, penguatan kapasitas dosen, dan kegiatan kemahasiswaan. Ke depan, hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang dari komunikasi awal menjadi kolaborasi yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
NEWUNI Georgia Prof. Nana Tsikhistavi Yusuf Wibisono \ Universitas Mulia Balikpapan Penjajakan Kerjasama