Kesempatan mengenal perguruan tinggi, berinteraksi dengan alumni, memahami dunia usaha, hingga membangun kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan generasi muda.
Semangat tersebut dihadirkan SMAIT Istiqamah YPAITB melalui SMATIQ EDUVERSE 2026 yang digelar selama dua, Kamis (1/10) hingga Jumat (2/10), di lingkungan SIT Istiqamah YPAITB, Balikpapan.
Kegiatan yang mengusung konsep ruang eksplorasi pendidikan dan inspirasi masa depan tersebut mempertemukan siswa dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, alumni, orang tua, serta komunitas dalam satu rangkaian kegiatan.
Kepala SMAIT Istiqamah YPAITB Indriany, SPd MMGr mengatakan SMATIQ EDUVERSE dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Tidak hanya mengenalkan pilihan pendidikan tinggi, kegiatan juga mendorong siswa memahami berbagai jalur yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk memperluas wawasan, mengenal berbagai pilihan pendidikan dan mendapatkan inspirasi dari pengalaman orang-orang yang sudah lebih dahulu menempuh perjalanan setelah sekolah,” ujarnya.
Pada hari pertama, Kamis (1/10), kegiatan diisi Campus Expo dan Campus Talk. Siswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari dalam maupun luar negeri.
Sejumlah institusi yang ambil bagian di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Akademi Militer (AKMIL), Telkom University, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), UCSI University, AXEL, Golden Gate Education, ICAN Education Consultant, hingga Western Sydney University.
Kehadiran berbagai institusi tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai pilihan program studi, lingkungan perkuliahan, hingga peluang pendidikan yang dapat dipersiapkan sejak bangku SMA.
Bagi sekolah, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu siswa membuat perencanaan masa depan berdasarkan informasi yang lebih luas. Siswa tidak hanya diarahkan untuk menentukan perguruan tinggi, tetapi juga mulai mengenali bidang yang sesuai dengan minat, potensi, dan rencana karier mereka.
Memasuki hari kedua, Jumat (2/10), SMATIQ EDUVERSE 2026 menghadirkan Alumni Expopreneur, Donor Darah, dan Parenting.
Melalui Alumni Expopreneur, siswa memperoleh kesempatan belajar dari pengalaman alumni yang melanjutkan pendidikan maupun membangun usaha. Kisah para alumni menjadi gambaran bahwa perjalanan setelah lulus SMA dapat ditempuh melalui beragam jalur, baik akademik maupun kewirausahaan.
Sementara itu, kegiatan donor darah menghadirkan dimensi kepedulian sosial dalam rangkaian acara. Warga sekolah diajak berkontribusi dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sesama.
Aspek lain yang turut diperkuat adalah keterlibatan orang tua melalui kegiatan Parenting. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi sekolah dan keluarga dalam membangun pola pendampingan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter, wawasan, serta kesiapan anak menghadapi tantangan masa depan.
SMATIQ EDUVERSE 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda tahunan sekolah. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan pendidikan yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung, jejaring pendidikan, dunia kewirausahaan, kepedulian sosial, serta keterlibatan keluarga.
Melalui kegiatan ini, SMAIT Istiqamah YPAITB mendorong siswa agar memiliki wawasan lebih luas, mampu merencanakan masa depan, berani mengeksplorasi berbagai peluang, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman, bertemu dengan berbagai pihak, mendengar cerita perjalanan orang lain, dan belajar mengambil nilai dari pengalaman tersebut,” kata Indriany.
SMATIQ EDUVERSE 2026 menjadi bagian dari upaya SIT Istiqamah YPAITB membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, wawasan global, kepedulian sosial, dan entrepreneurship.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah ingin menyiapkan generasi yang memiliki bekal pengetahuan sekaligus kemampuan untuk menentukan arah masa depan dan beradaptasi dengan berbagai perubahan. (*)
Editor : Ismet Rifani