KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti di ruang akademik. Agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, hasil riset perlu diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Semangat inilah yang mendorong Poltekkes Kemenkes Kaltim melalui Jurusan Keperawatan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Puskesmas Palaran. Kegiatan yang menyasar 21 peserta dari kader kesehatan tersebut berlangsung do gedungg pertemuan Puskesmas Palaran, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Dokter Gia Kunjungi RS Pertamina Balikpapan: Hadirkan Semangat, Empati, dan Apresiasi
Tim peneliti mengembangkan ikan gabus dan tepung kacang kecipir menjadi produk nugget sebagai alternatif pangan lokal yang dapat dikonsumsi anak. Pengolahan dalam bentuk nugget dilakukan untuk menghasilkan makanan yang lebih menarik dan mudah diterima anak.
Ketua peneliti Poltekkes Kaltim, Umi Kalsum mengatakan, penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
“Harapannya penelitian ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi akan berlanjut pada penelitian tahun berikutnya untuk memberdayakan ibu dalam memanfaatkan pangan lokal di sekitar dalam mencegah risiko gizi kurang pada anak,” ujar Umi Kalsum.
Baca Juga: Ancaman El Nino Terkuat Sepanjang Sejarah: Hujan di Kaltim Diprediksi Meredup hingga 2027
Menurutnya, pemberdayaan ibu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan masalah gizi karena keluarga merupakan lingkungan terdekat dalam pemenuhan kebutuhan makanan anak.
Pemanfaatan pangan lokal juga memiliki potensi besar karena bahan pangan tersedia di lingkungan sekitar dan dapat dikembangkan menjadi makanan yang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi anak. Selain memberikan alternatif makanan bergizi, pemanfaatan pangan lokal dapat mendorong keluarga untuk lebih kreatif dalam menyediakan makanan bagi anak.
Baca Juga: Pasokan Listrik PLN 24 Jam Resmi Masuk di Empat Desa di Batu Ampar
Melalui FGD tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat edukasi dan pemberdayaan keluarga dalam pencegahan risiko gizi kurang. Keterlibatan Poltekkes Kemenkes Kaltim melalui Jurusan Keperawatan, Puskesmas Palaran, dan kader kesehatan menjadi langkah penting agar inovasi yang dihasilkan dari penelitian dapat lebih mudah diterima dan diterapkan di tingkat masyarakat.
Pada akhirnya, penelitian tentang ikan gabus dan tepung kacang kecipir tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis pangan lokal dapat membuka peluang bagi upaya peningkatan gizi anak. Dari hasil riset, kemudian dibawa ke ruang diskusi bersama Puskesmas dan kader, untuk selanjutnya didorong menjadi aksi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki