JAKARTA–Kurang dari dua pekan hari pemungutan suara, persiapan Pemilu 2024 terus berjalan. Organisasi advokasi buruh migran, Migrant Care, melaporkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Johor Bahru, Malaysia, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin (1/2). Itulah buntut ditemukannya sejumlah masalah dalam daftar pemilih tetap (DPT) di wilayah tersebut.
Direktur Migrant Care Wahyu Susilo menyatakan, pihaknya telah mencermati DPT di PPLN Johor Bahru. Hasilnya, ditemukan 3.238 data pemilih bermasalah. Baik itu ganda, salah alamat, maupun keberadaan pemilih yang tidak jelas. Padahal, lanjut dia, pencermatan baru dilakukan secara manual terhadap 119 ribu DPT. ”Ini sebagai sampel aja, sebagai contoh,” katanya di kantor Bawaslu.
Jika pencermatan dilakukan secara menyeluruh di seluruh Malaysia, bahkan menyasar ke seluruh dunia, Wahyu yakin potensinya bisa jauh lebih besar. Sebab, sebelumnya Migrant Care menemukan masalah serupa saat mencermati DPT PPLN New York, Amerika Serikat. Ketika itu ditemukan lebih dari 300 data ganda. Angka itu bahkan dikonfirmasi PPLN New York meski dengan angka yang lebih kecil, yakni 193 nama. Dia mendesak KPU dan Bawaslu di sisa waktu yang ada agar mencermati kembali data pemilih di luar negeri. Temuan itu harus mendapat perhatian khusus dari KPU dan Bawaslu. Apalagi, dari semua DPT luar negeri yang berjumlah 1,75 juta, hampir separuhnya berasal dari WNI di Malaysia. (jpg)
Editor : Muhammad Rizki