Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jadi Gaya Hidup, Pemuda Kini Rela Berjam-jam Ngopi di Kafe

Muhammad Ridhuan • Minggu, 18 Februari 2024 | 19:20 WIB

 

TEMPAT TONGKRONGAN: CK Coffee & Eatery di kawasan Grand City. Jadi salah satu lokasi favorit untuk nongkrong bagi sejumlah anak muda di Balikpapan.
TEMPAT TONGKRONGAN: CK Coffee & Eatery di kawasan Grand City. Jadi salah satu lokasi favorit untuk nongkrong bagi sejumlah anak muda di Balikpapan.

 

Setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, bisnis food and beverage terutama kafe semakin menjamur. Di Balikpapan, dalam setahun terakhir ada ratusan usaha baru yang bermunculan.

BANGKIT dari pandemi Covid-19, CK Coffee & Eatery menjadi salah satu kafe yang saban hari terutama akhir pekan ramai pengunjung. Itu tampak ketika Kaltim Post menyambangi lokasinya yang berada di Kompleks Palladium Grand City Balikpapan, Sabtu (17/2) sore.

“Awalnya, usaha ini bernama Cangkir Kopi. Berdiri pada awal 2019 oleh Habib Hasan Al Habsyie yang hobi ngopi. Buka di Ring Road, namun begitu pandemi Covid-19 masuk, kami beralih ke online. Sampai buka stan di Taman Tiga Generasi. Bahkan sempat vakum. Hingga buka kembali pada Mei 2023 di lokasi yang sekarang ini,” ungkap Topan Pratama, operation CK Coffee & Eatery.

Meski berada di tengah menjamurnya usaha kafe terutama yang menyajikan kopi, Ivan, sapaan akrab Topan menyebut tidak memengaruhi perkembangan penjualan dan kunjungan. Apalagi di lokasi yang strategis menjadi tempat berkumpulnya warga. Seperti di Grand City yang saban sore ramai aktivitas olahraga dan kegiatan terbuka lainnya.

“Secara grafik sejak kami buka di sini cukup dinamis meningkat ya. Terutama ketika akhir pekan. Apalagi, kami di sini mencakup semua kalangan. Dari anak muda sampai keluarga,” ungkapnya.

Menjalani bisnis kafe disebutnya banyak tantangan. Terutama bagaimana mendatangkan konsumen baru dan menjaga pelanggan tetap. Bagi Ivan, salah satu yang terpenting adalah menjaga rasa minuman dan makanan yang disajikan. Kemudian pelayanan dan kebersihan tempat.

“Kami ada outdoor dan indoor. Ada lantai dua juga biasa dimanfaatkan tempat meeting dan berkumpul. Total tempat kami bisa menampung 100 orang. Kami jaga di rasa dan terpenting dari itu soal kenyamanan. Dan yang membuat kami lebih dikenal karena punya signature menu. Minuman kami punya secreto sama kopi pelanggan. Dan makanan ada nasi biryani,” ungkapnya.

Memiliki jam operasional setiap hari pukul 10.00-23.00 Wita, dan akhir pekan hingga pukul 00.00 Wita, Ivan menyebut tidak membatasi hingga kapan pelanggannya boleh nongkrong. Dikatakannya, kerap pelanggan bahkan bisa duduk sampai jam 3 pagi. “Tetap ada closed order di jam operasional tadi. Selebihnya kami bebaskan pelanggan. Soalnya kursi kami taruh luar,” ujarnya.

Kaltim Post lantas menemui sejumlah anak muda yang sedang nongkrong. Jafar, mahasiswa salah satu kampus di Balikpapan tengah berkumpul bersama tiga orang rekannya di CK Coffee & Eatery, kemarin sore.

Kegiatan nongkrong itu sudah menjadi kebiasaannya sejak jadi mahasiswa. Hampir setiap hari dirinya menghabiskan waktu dari sore hingga tengah malam duduk di kafe tersebut. Rela menghabiskan waktu berjam-jam. “Nongkrong biasa sama teman. Ngobrol, kadang bahas bisnis dan hobi. Kebetulan saya suka fotografi,” kata pria yang akrab disapa Bongki itu.

Baginya, menghabiskan waktu di kafe sudah menjadi rutinitas. Spesifik yang memiliki menu kopi dan makanan yang menurutnya cocok di lidah. Soal harga, dia tidak terlalu memikirkan. Adapun setiap ngopi, dia biasa menghabiskan Rp 100 ribu. “Kita cari suasana yang nyaman dan ramai,” ujarnya.

Sama seperti Jafar, ada Keisha yang merupakan pegawai perusahaan general supplier. Hampir setiap hari dia dan teman-temannya nongkrong di kafe. Menghabiskan waktu dengan mengobrol sampai bermain game. Soal tempat, dia memilih yang ramai dan nyaman. “Sekali nongkrong paling enggak sampai Rp 100 ribu. Untuk makan dan nyemil. Sama ngopi tentunya,” ucapnya.

POLLING KALTIM POST

Kaltim Post mengadakan polling terbuka di Instagram terkait seberapa sering warga nongkrong dan menghabiskan waktu untuk ngopi. Termasuk di mana tempat favorit untuk ngopi. Hasilnya, dari ratusan netizen yang mengikuti polling mengungkapkan sedikitnya dalam sepekan pasti datang ke lokasi yang menyediakan minuman kopi.

“Berdasarkan hasil polling kami, 45 persen netizen setidaknya sekali sepekan ngopi. Dan 58 persennya memilih ngopi di kafe,” ungkap Rizkyawandy, perwakilan dari Tim Digital Kaltim Post yang melaksanakan polling.

Dari polling tersebut juga tergambar di mana netizen biasa ngopi bersama teman dibandingkan keluarga atau pacar. Dan memilih waktu malam hari untuk nongkrong dengan dominasi 70 persen menghabiskan uang rata-rata di bawah Rp 50 ribu untuk sekali ngopi. “Namun ada persentase yang cukup tinggi, yakni 21 persen bisa menghabiskan Rp 150 ribu sekali ngopi,” ucap Wandy, biasa disapa.

Dari polling Kaltim Post itu juga bisa terlihat bagaimana netizen cukup tertarik untuk membuat usaha kafe atau kedai kopi. Dengan persentase 38 persen. Namun Wandy menegaskan, polling itu tidak bisa dikatakan menjadi hasil sebuah survei yang absah dalam sebuah metode statistik. “Hanya menggambarkan sebagian besar suara pengikut Instagram Kaltim Post,” ungkapnya. (rom/k15)

 

Editor : Romdani.