Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Katanya Kota Minyak, 30 SPBU Saja Tak Cukup, Balikpapan Baru Punya 14

Muhammad Rizki • Kamis, 7 Maret 2024 | 10:37 WIB

PENGELOLANYA NAKAL: SPBU COCO Karang Anyar di Jalan Letjen Soeprapto, Balikpapan Barat, disanksi Pertamina dengan tidak diberi  pasokan Pertalite selama dua pekan.
PENGELOLANYA NAKAL: SPBU COCO Karang Anyar di Jalan Letjen Soeprapto, Balikpapan Barat, disanksi Pertamina dengan tidak diberi pasokan Pertalite selama dua pekan.

BALIKPAPAN-Selain ulah pengetap, maraknya antrean di SPBU saat ini di Balikpapan tidak terlepas dari kurangnya jumlah SPBU. Meski berlabel Kota Minyak, jumlah SPBU di Balikpapan hanya 14. Jauh tertinggal dari Samarinda yang jumlahnya 34 unit. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan kendaraan, kebutuhan SPBU di Balikpapan sangat mendesak.

Arya mengatakan, kendala utama untuk membangun SPBU di Balikpapan karena harga tanah yang cukup mahal. Membuat investor berpikir ulang. Untuk kawasan perkotaan saja, harga tanah bisa mencapai Rp 7 juta per meter. "Sebenarnya kalau harga tanahnya enggak mahal, banyak investor yang mau. Tapi kita lihat, sepi juga peminatnya. Apalagi cukup lama untuk balik modal. Nilai investasi SPBU-nya saja bisa mencapai Rp 5 miliar," kara Arya.

Pertamina bersama pihak terkait lainnya, seperti Pemkot Balikpapan dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), disebutnya akan mendiskusikan perihal penambahan SPBU. "Kalau SPBU tidak ditambah, antrean enggak akan terurai. Bisa dibayangkan, mungkin 30 SPBU di Balikpapan pun belum tentu cukup tapi masih dihitung oleh tim," katanya.

Saat ini akan ada penambahan dua SPBU di Balikpapan. Yaitu di Jalan MT Haryono dan Lapangan merdeka. Pihaknya juga mendorong untuk mengubah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Muara Rapak menjadi SPBU. "Membangun SPBU itu, satu tahun mengurus izin, satu tahun lagi pembangunannya. Ya, minimal dua tahun. (Saat ini) ada dua SPBU yang dijual, di Karang Jati dan di atas BSCC Dome (Jalan Syarifuddin Yoes), tapi ya harga jualnya cukup tinggi," katanya.

Arya menyampaikan, SPBU di Balikpapan mendesak ditambah seiring efek keberadaan dua proyek strategis nasional (PSN). Yaitu revitalisasi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara. “Ini saja sudah menambah cukup banyak kendaraan dan penduduk,” katanya. Lanjut dia, Pertamina sedang mengalkulasi kebutuhan BBM di Balikpapan seiring dampak dua proyek tersebut. Untuk diketahui, tahun lalu kuota pertalite untuk Balikpapan sebanyak 380 kiloliter, sedangkan Samarinda 400 kiloliter per hari. (aji/riz/k16)

 

 

 

Editor : Muhammad Rizki
#pertamina patra niaga