KALTIMPOST.ID, MALAYSIA –Dengan semangat yang tak kenal lelah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengatasi berbagai rintangan untuk menjalankan misi mulia mereka.
Selama dua minggu, mereka mengabdikan diri di dua sanggar belajar di Malaysia, mengajar anak-anak Indonesia yang berstatus imigran, baik yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar secara legal. Misi ini tidak hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membangun harapan dan memperkuat rasa kebangsaan di tanah rantau.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah hasil kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Hubungan Internasional UMKT.
Dipimpin oleh Khusnul Khatimah MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, tim pengabdi ini membawa misi besar yakni "Penguatan Pelajar Pancasila kepada Anak-anak Imigran".
Materi yang diajarkan disusun dengan cermat di Indonesia dan disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak imigran di Malaysia, mencakup nilai-nilai Pancasila, identitas nasional, pengembangan karakter, dan keterampilan berbahasa Inggris.
Dalam proses tersebut, mengajar di sanggar-sanggar belajar ini bukanlah tugas yang mudah. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas belajar.
Banyak anak-anak imigran yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal yang memadai. Namun, semangat belajar yang tinggi dari anak-anak tersebut menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi para pengabdi.
"Kami melihat betapa besar keinginan mereka untuk belajar, meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan," ujar Khusnul Khatimah.
Selama di lapangan, tim pengabdi UMKT menemukan berbagai fakta menarik yang memberikan kesan mendalam. Mereka menyaksikan langsung potret pendidikan anak-anak Indonesia yang berstatus imigran di Malaysia.
Anak-anak ini, baik yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar di sekolah formal, menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. "Kami terharu melihat semangat dan antusiasme mereka. Ini memberikan makna yang sangat besar bagi kami," tambah Khusnul.
Perjuangan tim pengabdi UMKT tidak hanya berhenti pada tantangan fasilitas. Mereka juga harus menghadapi berbagai bahaya di lapangan. Meskipun demikian, hal ini tidak menyurutkan niat baik para dosen dan mahasiswa untuk terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak imigran. "Kami sadar akan risiko yang ada, tetapi kami juga tahu bahwa apa yang kami lakukan ini sangat berarti bagi mereka," ungkap salah satu anggota tim pengabdi.
Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi anak-anak imigran dan memperkaya pengalaman dosen serta mahasiswa UMKT. Mereka mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan pendidikan lintas batas negara.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi anak-anak imigran, memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air di tengah kehidupan mereka di luar negeri," ujar Khusnul Khatimah.
Pengabdian masyarakat oleh UMKT di Sanggar Belajar Kuala Langat dan Sanggar Belajar Sri Muda, Malaysia, merupakan langkah nyata dalam menguatkan nilai-nilai Pancasila dan identitas nasional pada anak-anak imigran.
Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Hubungan Internasional ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter anak-anak bangsa di mana pun mereka berada.
Kegiatan ini tidak hanya menguatkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak imigran, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan dan dedikasi dosen serta mahasiswa UMKT dalam menjalankan misi pendidikan yang mulia.
Editor : Thomas Dwi Priyandoko