BALIKPAPAN – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mendatangkan 17 unit bus untuk operasional Balikpapan City Trans. Ini merupakan program pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan dengan skema buy the service (BTS).
Balikpapan City Trans memiliki tampilan dominasi warna merah dan biru yang dilengkapi dengan motif khas Balikpapan. Yakni motif batik kelubut dan bertuliskan tagline Balikpapan Nyaman. Itu menunjukkan identitas Balikpapan.
Sementara ini, bus dengan kapasitas sekitar 19 orang penumpang ini masih tahap uji coba pada pekan pertama. Layanan Balikpapan City Trans mulai terbuka untuk publik mulai 8 Juli, pekan depan.
Saat ini, penumpang dikenakan tarif Rp 0 alias gratis. Artinya belum memungut biaya. Bus diatur menggunakan sistem pembayaran elektronik atau cashless. “Meski belum berbayar, pengguna tetap harus tap menggunakan e-Money,” kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Adwar Skenda Putra.
Ada pun penetapan tarif sampai ada keputusan dari menteri keuangan terkait kemampuan masyarakat tentang tarif di daerah tersebut. Pria yang akrab disapa Edo ini menuturkan, kemungkinan masa uji coba bisa berlangsung hingga Desember.
Baca Juga: Wali Kota Imbau ASN Gunakan Balikpapan City Trans
Dalam penentuan tarif akan menyesuaikan beberapa perhitungan. Misalnya berapa jarak untuk Koridor A Pelabuhan Semayang – Bandara SAMS Sepinggan. Lalu Koridor B Terminal Batu Ampar via MT Haryono dan koridor C Terminal Batu Ampar via Ahmad Yani.
“Itu kami hitung semua. Kami maunya (tarif) mendekati paling tidak, tidak terlalu mahal dari transportasi yang ada,” ujarnya. Dia membeberkan, tentu ada perhitungan berapa biaya operasional bus dan berapa subsidi dari pemerintah.
“Anggap saja biaya Rp 10 ribu, berapa subsidi nanti dari kementerian dan berapa tarif yang ditanggung masyarakat,” imbuhnya. Sebagai informasi, Kemenhub menunjuk Sinar Jaya sebagai operator Balikpapan City Trans.
Kini pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan dengan skema BTS masih ditangani oleh Kemenhub selama tiga tahun. Selanjutnya baru diserahkan kepada Pemkot Balikpapan dengan beberapa aturan agar program bisa terus berjalan.
Sistem pelayanan bus telah dilengkapi fasilitas untuk meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan penumpang. Misalnya dengan pendingin udara sampai CCTV yang mengarah ke pengemudi, area penumpang, dan sekitar bodi kendaraan.
Semua armada bus termonitor melalui sistem IT. Sehingga bus hanya berhenti pada halte-halte yang ditetapkan. Tahap uji coba Balikpapan City Trans resmi berjalan ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan Pemkot Balikpapan, Senin (1/6). (gel)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko