Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

324 Jamaah Haji Debarkasi Balikpapan Pulang ke Indonesia Hari Ini

Muhammad Rizki • Senin, 15 Juli 2024 | 13:22 WIB

Operasional pemulangan jamaah haji ke Tanah Air terus berlangsung dengan pengawasan tim medis. (KEMENAG RI)
Operasional pemulangan jamaah haji ke Tanah Air terus berlangsung dengan pengawasan tim medis. (KEMENAG RI)

KALTIMPOST.ID - Operasional pemulangan jamaah haji ke Indonesia masih terus berlangsung. Hingga 14 Juli 2024 pukul 21.00 waktu Arab Saudi, atau Senin, 15 Juli 2024 pukul 01.00 WIB, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 166.360 orang. Mereka tergabung dalam 424 kelompok terbang (kloter).

Di antaranya, Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jamaah. "Hari ini, Senin, 15 Juli 2024, jamaah haji yang akan dan telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 7.604 orang. Mereka tergabung dalam 19 kloter," terang anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Senin (15/7).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), kata Widi, kembali mengimbau jamaah haji Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan selama di Kota Madinah dengan cara makan tepat waktu. "Bagi yang sakit agar minum obat teratur sesuai anjuran dokter, menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup," pesan Widi

"Manfaatkan momentum terbaik selama di Kota Nabi, khususnya di Masjid Nabawi dengan memperbanyak zikir, membaca Alqur’an, dan amalan-amalan ibadah lainnya," imbuhnya. Untuk diketahui, penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M mencatatkan sejumlah hal. Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi memberikan apresiasi kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, sektor, dan pos satelit.

"Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengakui KKHI telah memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi," kata Widi. Lanjut dia, Kementerian Kesehatan Arab Saudi tidak hanya memberikan tasreh atau surat izin untuk operasional KKHI, tetapi juga memantau kinerja operasional KKHI.

Widi menjelaskan, Indonesia tahun ini mendapat kuota 241.000 jamaah. Jumlah tersebut terdiri atas 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 jamaah haji khusus. "Ini merupakan kuota haji terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Haji 2024 ini terbanyak dalam kuota, tertinggi dalam serapan kuota. Angka serapan kuotanya mencapai 99,98 persen," jelas dia.

Apabila di sektor kesehatan mendapatkan apresiasi, lain hal dengan urusan penerbangan. Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diwarnai pengalihan slot time penerbangan untuk 46 kelompok terbang (kloter) jamaah Indonesia pada gelombang 1 pemulangan. Sekitar 18.000 jamaah yang berangkat pada gelombang pertama (mendarat di Madinah), semestinya pulang melalui Jeddah.

Namun, karena maskapai gagal mendapatkan slot time di Bandara Jeddah, jamaah harus pulang melalui Madinah. "Salah kalau dikatakan Kemenag yang urus slot time. Otoritas yang memberikan slot time penerbangan adalah otoritas penerbangan Saudi atau GACA. Kewenangan yang mengajukan slot time adalah Airlines, baik Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines," tegas Saiful Mujab dalam keterangan resmi Kemenag.

Saiful Mujab. (KEMENAG RI)
Saiful Mujab. (KEMENAG RI)

"Jadi kalau ada slot time yang tidak bisa diperoleh, itu ya kegagalan maskapai penerbangan," sambungnya. Dikatakan Saiful Mujab, Kemenag tidak memiliki wewenang untuk mengajukan slot time. Karenanya, urusan slot time masuk dalam item kontrak berdasakan skema pemberangkatan yang harus dipenuhi maskapai. Kemenag, lanjut Saiful Mujab, memang pernah rapat dengan GACA untuk membahas pengajuan slot time. Namun, GACA meminta airlines yang mengajukan slot time sesuai kebutuhan Kemenag.

"Saat pengajuan harus detail, mulai jam penerbangan, nomor penerbangan, dan nomor pesawat. Kita sudah menyerahkan jadwal penerbangan jemaah sejak awal Januari 2024 dengan tujuan agar maskapai segera mengajukan slot time ke pihak GACA. Tapi entah kenapa, Garuda tidak segera koordinasi dengan GACA. Sedangkan Saudia Airlines bergegas mengajukan sehingga mendapat slot time, sementara Garuda lambat pengajuannya," papar Saiful Mujab.

"Saudia bisa memenuhi jadwal sesuai keinginan Kemenag karena lebih awal mengajukan ke GACA, sementara Garuda terlambat mengajukan slot time karena terlambat dalam pengadaan pesawat, " sambungnya. "Karena slot time ini berebut dengan airlines dari semua negara pengirim jemaah haji, maka Garuda tidak kebagian slot time yang dibutuhkan untuk membawa jemaah haji sesuai kontrak penerbangan," tandasnya. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
#kemenag ri #garuda indonesia airlines #Haji 2024 #penerbangan jamaah haji