Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investor Dubai Minat Bangun Financial Center di IKN: Peluang Besar untuk Ibu Kota Baru

Rikip Agustani • Kamis, 18 Juli 2024 | 20:52 WIB

BAHAS IKN : Presiden Joko Widodo menjajaki peluang investasi dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohamed bin Zayed (MBZ) saat melawat ke Istana Al Watan, Abu Dhabi, PEA, Rabu (17/7). (Ist)
BAHAS IKN : Presiden Joko Widodo menjajaki peluang investasi dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohamed bin Zayed (MBZ) saat melawat ke Istana Al Watan, Abu Dhabi, PEA, Rabu (17/7). (Ist)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Investor dari Persatuan Emirat Arab (PEA) berencana membangun pusat keuangan (financial center) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana ini muncul setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi, PEA, pada Rabu (17/7).

Salah satu hasil dari kunjungan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dubai International Financial Centre (DIFC) dengan Otorita IKN.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menjelaskan bahwa salah satu fokus pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden PEA, Mohamed bin Zayed (MBZ), adalah pembangunan IKN.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Al Watan, Abu Dhabi, dibahas secara mendetail rencana kerja sama pembangunan financial center yang diwadahi dalam MoU yang ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono dan DIFC.

"Setelah penandatanganan MoU ini, akan ada kunjungan delegasi teknis untuk mulai membahas persiapan kerja sama," katanya pada Kamis (18/7).

Meski begitu, Retno tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana investasi PEA untuk pembangunan financial center di IKN. Jika rencana ini terwujud, PEA akan menjadi investor asing pertama yang berinvestasi di ibu kota baru Indonesia.

Pada 4 Juni 2024, saat peletakan batu pertama Astra Biz Center dan Nusantara Botanical Garden di IKN, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dia sempat menerima kunjungan Mohamed Ali Rashed Alabbar, Founder and Managing Director Emaar Properties.

Alabbar, yang mengelola properti multinasional berbasis di Dubai, diajak untuk melihat peluang investasi di Indonesia, termasuk di IKN.

"Presiden Jokowi, tidak ada tempat yang lebih baik dan indah daripada Nusantara," kata Alabbar saat itu.

Presiden Jokowi menekankan bahwa dia tidak terbuai oleh pujian Alabbar. "Saya sampaikan, saya tidak suka pujian. Yang saya inginkan adalah investasi," ujar Jokowi.

Alabbar pun berkomitmen untuk berinvestasi, meski Jokowi tidak menyebutkan angka pasti karena belum ada penandatanganan resmi. "Akan kita tandatangani di bulan Juli di Abu Dhabi atau Dubai. Setelah itu, harga tanahnya akan berubah," klaim Jokowi.

Mohamed Ali Rashed Alabbar, yang juga mendirikan Burj Khalifa di Dubai, mengunjungi proyek pembangunan IKN pada 26 Mei 2024.

Dalam kunjungan yang didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, sejumlah proyek pembangunan di IKN, termasuk Istana dan Kantor Presiden, Plaza Seremoni, serta Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, diperlihatkan kepada Alabbar.

"Ini baru penjajakan. Belum ada investasi yang dibahas," kata Erick Thohir saat itu.

Alabbar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Erick Thohir dan Bambang Susantono atas kesempatan mengunjungi IKN. Meski hujan gerimis, dia kagum dengan pesatnya progres pembangunan IKN.

"Sangat luar biasa. Saya tidak pernah membayangkan betapa indahnya tanah ini. Saya harap semua proses ini berjalan sukses dan suatu hari nanti saya dapat berkontribusi dalam pembangunan yang mengagumkan ini," ujarnya. (kip)

Editor : Thomas Priyandoko
#IKN #joko widodo