KALTIMPOST.ID, WASHINGTON-Rumor mengenai kematian Presiden Joe Biden telah mencuat sebagai bagian dari kontroversi Pilpres Amerika Serikat.
Teori konspirasi yang beredar mengklaim bahwa Biden berada dalam situasi mirip "Weekend at Bernie’s" setelah pengumuman bahwa ia tidak akan mencalonkan diri kembali.
Meskipun klaim ini terdengar tidak masuk akal, rumor ini mulai menyebar di kalangan konservatif setelah Biden dinyatakan positif Covid-19 saat berkampanye di Las Vegas.
Dugaan bahwa Biden mungkin sudah meninggal atau sangat sakit mulai mendapatkan perhatian, meskipun keputusan mundur Biden dari kontestasi tidak dikaitkan dengan masalah medis tertentu.
Beberapa pembawa berita di Fox News, termasuk Bret Baier dan Dana Perino, mengekspresikan kekhawatirannya karena Biden tidak terlihat di publik beberapa hari. Perino bahkan berharap adanya "bukti kehidupan".
Rumor ini semakin memanas setelah akun terkait kampanye presiden Donald Trump memposting klip yang menyiratkan bahwa Kamala Harris mungkin terlibat dalam misteri ini.
Pada Senin pagi (22/7), Anggota Kongres Lauren Boebert dari Colorado juga menuntut “bukti kehidupan dari Joe Biden” di akun X. Dia juga menambahkan bahwa Biden seharusnya “membahas apakah dia sadar bahwa dia sudah mundur.”
Pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk, mengklaim di media sosial bahwa dia memiliki “petunjuk” bahwa Biden mungkin “sekarat atau sudah meninggal.”
Kirk kemudian membagikan tautan ke cerita yang tidak terverifikasi, berasal dari sumber anonim, bahwa Biden mengalami “darurat medis berat.”
Selain itu, miliarder Bill Ackman juga mencurigai surat Biden yang tak wajar pada hari Minggu (21/7) karena adanya tanda tangan digital.
Namun, teori konspirasi mengenai kematian Biden dan dugaan bahwa Demokrat sedang menyembunyikannya dari publik dan media sangat tidak berdasar.
Di sisi lain, Biden terlihat naik ke Air Force One di Delaware pada hari Selasa (23/7). Dokter Gedung Putih Kevin O’Connor menyatakan dalam memo yang dirilis pada hari yang sama bahwa gejala Covid-19 presiden “sudah mereda.”
Biden dijadwalkan akan memberikan pernyataan dari Oval Office pada hari Rabu (24/7) waktu setempat mengenai keputusannya untuk mundur dari kontestasi presiden.(*)
Editor : Thomas Priyandoko