KALTIMPOST.ID, Seorang mayat perempuan tanpa identitas ditemukan pada Sabtu, 3 Juli, sekitar pukul 16.30 Wita di jalan poros Tenggarong Seberang-Samarinda.
Penemuan ini mengundang perhatian publik, terutama dengan spekulasi apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau kecelakaan tragis.
Menurut laporan, mayat tersebut ditemukan oleh seorang pengguna jalan yang hendak membawa istrinya bersalin ke Samarinda.
Ketika menepi untuk buang air kecil, saksi melihat ke arah semak belukar dan menemukan sesosok mayat yang ditutupi daun kelapa sawit.
"Pada saat itu ada warga yang ingin kencing di balik pohon itu, pas kencing dia lihat di semak-semak ada yang mencurigakan langsung dihampiri ternyata mayat," jelas Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang, Ipda Andi Cheris.
Penemuan ini memicu penyelidikan intensif oleh tim gabungan dari Polres Kukar yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Jodi Rahman bersama Polsek Tenggarong Seberang.
Berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, mayat tersebut adalah seorang perempuan yang mengenakan kaus berwarna pink bertuliskan Hermes dan celana panjang berwarna biru, dengan perkiraan usia antara 30 hingga 40 tahun. Rambutnya berwarna hitam dan panjang.
Tidak adanya identitas yang ditemukan di tubuh korban menyulitkan polisi dalam mengidentifikasi mayat tersebut. Namun, baru-baru ini Kapolsek Tenggarong Seberang, IPTU Raymond Juliano William, mengungkapkan bahwa identitas korban telah diketahui.
"Identitas korban sudah kita ketahui. Inisialnya Nu, warga Samarinda," katanya kepada Kaltim Post.
Korban, yang berinisial Nu, diketahui merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di kawasan Jalan Siradj Salman, Samarinda, dan memiliki dua anak yang tinggal bersamanya.
"Sejak keluar dari rumah dan tidak pulang, sempat dicari-cari juga oleh keluarganya," tambah Kapolsek.
Spekulasi tentang penyebab kematian korban semakin memanas setelah polisi menemukan darah yang keluar dari mulut korban.
Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian tersebut.
Apakah ini kasus pembunuhan atau kecelakaan tragis? Hingga saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis Nu. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan informasi apa pun yang dapat membantu penyelidikan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini