Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kerusuhan Bangladesh Bikin Indonesia Berduka, Satu WNI Tewas

Dwi Puspitarini • Rabu, 7 Agustus 2024 | 08:25 WIB
Kerusuhan di Bangladesh terus menimbulkan korban jiwa. Satu WNI dikabarkan meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut. (FOTO: DOK/KP)
Kerusuhan di Bangladesh terus menimbulkan korban jiwa. Satu WNI dikabarkan meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut. (FOTO: DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengonfirmasi seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam kerusuhan di Bangladesh.

WNI berinisial DU tersebut tewas akibat menghirup asap dari kebakaran hotel di Jashore, tempat ia menginap.

”Almarhum bukan WNI yang menetap (di Bangladesh, Red). Yang bersangkutan DU diketahui baru saja tiba di Bangladesh pada 1 Agustus 2024 untuk kunjungan bisnis,” ujar pria yang akrab disapa Roy tersebut pada media, Selasa (6/8).

Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat menyatakan, DU tiba di Bangladesh pada 1 Agustus 2024 untuk kunjungan bisnis. Kemenlu bersama KBRI Dhaka akan memfasilitasi repatriasi jenazah.

”Kami terus melakukan berbagai hal terkait proses repatriasi jenazah, termasuk bekerja sama dengan pihak terkait baik aparat setempat maupun perusahaan almarhum bekerja,” ungkapnya.

Terkait situasi keamanan di Bangladesh sendiri, Roy pun dengan tegas meminta para WNI yang tengah berada di sana untuk meningkatkan kewaspadaannya.

WNI juga diimbau untuk menghindari kerumunan massa, menghindari lokasi demonstrasi, dan mengikuti langkah-langkah kontingensi yang diarahkan oleh KBRI Dhaka.

Dalam kondisi darurat, WNI didorong untuk segera melapor ke otoritas setempat dan secara reguler melakukan komunikasi melalui hotline KBRI Dhaka di nomor (+880) 1614444552 dan⁠ ⁠Direktorat Pelindungan WNI Kemenlu (+62) 812 9007 0027.

”Saat ini WNI yang menetap, melalui KBRI Dhaka, dilaporkan dalam kondisi baik. Tapi kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaannya,” katanya.

Sebagai informasi, KBRI Dhaka telah meningkatkan status kedaruratan dari Siaga III menjadi Siaga II.

Menurut Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemenlu Judha Nugraha, KBRI Dhaka juga telah menyiapkan safe house untuk para WNI jika situasi kian memburuk.

Menurut data Kemenlu, terdapat 577 WNI di Bangladesh, mayoritas menikah dengan warga setempat.

Rolliansyah mengimbau WNI yang merencanakan perjalanan ke Bangladesh untuk menunda hingga situasi membaik.

”Jumlah WNI di Bangladesh tercatat dalam sistem lapor diri sebanyak 577 WNI. Mayoritas WNI ini menikah dengan warga negara Bangladesh,” ungkapnya.

Nahid Islam, mahasiswa sosiologi berusia 26 tahun yang mempelopori gerakan protes terhadap kuota jabatan pemerintah yang berubah menjadi pemberontakan nasional terhadap pemerintahan, mengatakan dalam sebuah unggahan video di media sosial bahwa Yunus telah setuju untuk mengambil alih.

“Kami ingin melihat prosesnya berjalan besok pagi. Kami mendesak presiden untuk mengambil langkah sesegera mungkin untuk membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Dr. Yunus,” ujar Islam dilansir dari Al Jazeera.

Islam, menegaskan bahwa para mahasiswa tidak akan menerima pemerintahan yang dipimpin atau didukung militer di Bangladesh.

Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan antara penyelenggara protes dengan pejabat militer yang diagendakan pada Selasa (6/8).

 

Editor : Dwi Puspitarini
#Peraih Nobel Muhammad Yunus #Kerusuhan Bangladesh #kemenlu ri #hasina