Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Israel Berjanji Akan Singkirkan Pemimpin Baru Hamas, Yahya Sinwar dari Muka Bumi

Dwi Puspitarini • Kamis, 8 Agustus 2024 | 13:15 WIB

 

Yahya Sinwar memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Iran dan sudah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir untuk membangun kekuatan Hamas.
Yahya Sinwar memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Iran dan sudah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir untuk membangun kekuatan Hamas.

 

KALTIMPOST.ID, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyatakan tekadnya untuk menyingkirkan pemimpin baru Hamas, Yahya Sinwar.

Sinwar, yang dituduh mendalangi serangan 7 Oktober 2023 di Israel, ditunjuk sebagai pemimpin baru Hamas menggantikan Ismail Haniyeh yang terbunuh di Teheran, Iran.

"Penunjukan Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru Hamas, menggantikan Ismail Haniyeh, merupakan alasan kuat berikutnya untuk segera menyingkirkannya dan organisasi ini dari muka bumi," tulis Katz melalui akun pribadinya di X (Twitter), Rabu (7/8/2024).

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran akan peperangan lebih luas setelah Iran bersumpah membalas kematian Ismail Haniyeh.

Sinwar diketahui memiliki hubungan dekat dengan Iran dan telah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir untuk membangun kekuatan Hamas.

Selain itu, Hizbullah juga mengancam akan melakukan serangan balasan kepada Israel setelah komandan utama mereka terbunuh dalam serangan udara di Beirut, Lebanon.

Beberapa negara mediator seperti Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar tengah mencari cara untuk melakukan gencatan senjata usai gejolak politik antara Israel, Hamas, dan Hizbullah semakin memanas.

Juru Bicara Militer Israel, Daniel Hagari, juga menegaskan bahwa Yahya Sinwar menjadi target utama Israel berikutnya.

Dalam siaran langsung televisi Al-Arabiya, Hagari mengatakan, "Hanya ada satu tempat untuk Yahya Sinwar, yaitu di samping Mohammed Deif dan para pelaku serangan 7 Oktober lainnya. Itulah satu-satunya tempat yang kami persiapkan dan kami niatkan untuknya."

Baca Juga: Taylor Swift Batal Gelar Konser di Wina Usai Dugaan Serangan ISIS

Pemilihan Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru Hamas disambut dengan kecaman dari pihak Israel, sementara pihak Hamas menyatakan bahwa penunjukan ini menunjukkan bahwa kelompoknya belum goyah.

Juru Bicara Hamas, Osama Hamdan, mengatakan bahwa Yahya Sinwar adalah sosok yang telah ikut memimpin serangan selama lebih dari 305 hari dan akan melanjutkan perundingan gencatan senjata yang semula digagas oleh Ismail Haniyeh.

Penunjukan Sinwar juga disambut baik oleh sekutunya, Iran dan Hizbullah. Perwakilan Hamas di Iran, Khaled Kaddoumi, menyebut penunjukan Yahya Sinwar sebagai "pilihan konsensus" yang populer di antara semua faksi dan terlibat dalam pengambilan keputusan kelompok tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan di pangkalan militer pada Rabu (7/8), menegaskan bahwa Israel akan terus bertekad untuk mempertahankan diri. "Kami siap secara defensif dan ofensif," kata Netanyahu, seperti dikutip dari AFP.

Kepala Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Herzi Halevi, juga bersumpah untuk menemukan Sinwar, menyerang, dan memaksa Hamas untuk menunjuk pemimpin baru.

Sinwar kini menjadi pucuk tertinggi di Biro Politik Hamas setelah Haniyeh memegang posisi tersebut selama tujuh tahun sebelum terbunuh.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP bahwa penunjukan Sinwar merupakan sinyal kuat kepada Israel bahwa mereka akan melanjutkan jalur perlawanan. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Ismail Haniyeh #hizbullah #Teheran #Israel #iran #Yahya Sinwar #hamas