Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Rendam Ratusan Rumah di IKN, BPBD PPU Minta Warga Waspada

Ari Arief • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 11:10 WIB

DAPUR UMUM: Dinas Sosial (Dissos) PPU bersiap membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan makan dan minum bagi ratusan warga yang jadi korban banjir di daerah itu.((FOTO: ARI))
DAPUR UMUM: Dinas Sosial (Dissos) PPU bersiap membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan makan dan minum bagi ratusan warga yang jadi korban banjir di daerah itu.((FOTO: ARI))
KALTIMPOST.ID, Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak Jumat (9/8) dini hari. Mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah warga. Banjir terparah terjadi di Kelurahan Penajam dan Kelurahan Gunung Seteleng. 

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, banjir disebabkan oleh meluapnya sungai dan drainase akibat intensitas hujan yang tinggi. 

Peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum kejadian.

“Hingga saat ini, tercatat sebanyak 345 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.375 jiwa terdampak banjir di kedua kelurahan tersebut. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 70 centimeter di halaman rumah dan 60 sentimeter di dalam rumah," ungkap Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad. Sukadi Kuncoro, sekira pukul 17.00 Wita, Jumat (9/8).

Dia mengungkapkan sejumlah upaya telah dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait untuk menangani bencana ini, diantaranya melakukan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas ke tempat yang lebih aman. 

Selanjutnya, dilakukan pendistribusian bantuan melalui posko untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, minuman, dan selimut. 

“Hal terpenting lainnya adalah pendataan warga terdampak terus dilakukan untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi,” katanya.

Mengutip laporan BPBD PPU kemarin, beberapa faktor yang menyebabkan banjir di wilayah ini antara lain adalah kurangnya kapasitas drainase, pendangkalan sungai, dan perubahan tata guna lahan. Untuk mengatasi masalah ini, BPBD PPU merekomendasikan beberapa langkah jangka panjang.

Seperti pembangunan parit sepanjang jalur dua Km 01; perlunya pembuatan aliran air di RT 06 Kelurahan Gunung Seteleng dan perlunya perbaikan drainase pemukiman masing- masing wilayah terdampak dengan melakukan gotong-royong bersama.

Di samping itu, lanjut dia, perlunya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. 

Hingga kemarin, kata Muhammad Sukadi Kuncoro, sebagian besar wilayah yang terdampak banjir sudah mulai surut. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 

Ini Kawasan Banjir di PPU

Kelurahan Penajam 

- RT 02 sebanyak  48 KK/240 jiwa; RT  06  sebanyak  4 KK/12 jiwa

- RT  09  sebanyak 10 KK/33 jiwa; RT 11 sebanyak 7 KK 24 jiwa

- RT  13  sebanyak  32 KK/150 jiwa; RT  14 sebanyak 18 KK/70 jiwa

- RT  15 sebanyak 31 KK/136 jiwa

- RT  16 sebanyak 37 KK/180 jiwa

- RT 18 sebanyak  6 KK/19 jiwa; RT  28  sebanyak 28 KK/99 jiwa

- RT  26 sebanyak 12 KK/ 54 jiwa 

- RT 29 sebanyak 23 KK/85 jiwa. 

 

Sehingga total warga yang terdampak banjir di kelurahan ini tercatat 256 KK/1.102 jiwa. 

 

Kelurahan Gunung Seteleng 

- RT 01 sebanyak  4 KK/14 jiwa; RT  05 sebanyak 2 KK/4 jiwa

- RT  09 sebanyak 82 KK/250 jiwa

- RT  12  sebanyak 1 KK 5 jiwa, sehingga totalnya mencapai 89 KK dengan 273 jiwa

 

 

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Banjir Rendam #IKN #ppu