Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Keppres Pemindahan Ibu Kota Belum Akan Diteken, Jokowi: Kesiapan Lapangan Lebih Penting

Rikip Agustani • Senin, 12 Agustus 2024 | 19:23 WIB
BERI ESTAFET: Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam kunjungannya bersama ke Kawasan IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Senin (12/8).
BERI ESTAFET: Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam kunjungannya bersama ke Kawasan IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Senin (12/8).

 

KALTIMPOST.ID, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keputusan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur belum akan diresmikan dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bersama Presiden Terpilih sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Senin (12/8).

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa proses pemindahan ibu kota tidak hanya menyangkut masalah administrasi, seperti penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres), tetapi juga kesiapan di lapangan.

"Nanti kita lihat karena itu menyangkut bukan administrasi saja, bukan masalah keppres-nya atau perpres-nya, tetapi proses di lapangan juga harus kita lihat, kesiapan di lapangan harus siap, kesiapan perpindahan. Ini pindah rumah saja kita itu waduh ribetnya, ini pindah ibu kota. Jadi jangan menggampangkan," ujar Jokowi kepada awak media.

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pembangunan kawasan inti pemerintahan di IKN sebagai fondasi untuk menarik lebih banyak investor.

Menurutnya, investasi di IKN adalah investasi masa depan yang tidak hanya terbatas pada kepentingan saat ini tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

"Pemerintah sudah memulai di kawasan inti untuk pemerintahan di sini. Ini menunjukkan kuatnya keinginan kita untuk menyelesaikan fisiknya yang berkaitan baik dengan Istana Presiden-Wakil Presiden, kemudian kemenko, kemudian kementerian, yang kita harapkan itu akan mendorong investor sebanyak-banyaknya untuk masuk ke investasi di IKN karena investasi di IKN ini adalah investasi masa depan, bukan sekarang," jelas Jokowi.

Sementara itu, Presiden Terpilih Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan IKN yang telah dirintis oleh Presiden Jokowi.

"Saya bertekad untuk melanjutkan, kalau bisa menyelesaikan. Pak Jokowi saya kira sudah mengambil peran sejarah. Beliau yang inisiasi, saya minimal saya lanjutkan. Kalau bisa saya ikut yang menyelesaikan," kata Prabowo.

Prabowo juga mengakui bahwa pembangunan ibu kota bukanlah pekerjaan yang mudah dan cepat. Namun, dia optimistis bahwa dalam tiga hingga lima tahun ke depan, fungsi ibu kota ini sudah bisa berjalan dengan baik.

Prabowo juga menegaskan bahwa setelah dilantik pada Oktober mendatang, dirinya akan berkantor di IKN. "Namanya kalau ibu kota, ya presiden ada di ibu kota," tegasnya.

Kunjungan Presiden Jokowi dan Prabowo yang didampingi oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju ini menunjukkan keselarasan visi antara pemimpin saat ini dan masa depan.

Keduanya sepakat bahwa IKN merupakan simbol masa depan bangsa yang harus terus didorong dan diselesaikan meskipun menghadapi tantangan besar.

"Dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang modern dan berkelanjutan, serta sebagai bagian dari transformasi besar Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," pungkas Presiden Joko Widodo. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#IKN #presiden joko widodo #Sepakat lanjutkan pembangunan IKN #Presiden terpilih Prabowo Subianto