Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Meninggal setelah 13 Hari Menghilang: Amel Korban Pembunuhan?

Sunardi • Selasa, 13 Agustus 2024 | 18:21 WIB

 

TAK BERNYAWA: Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengevakuasi jasad korban, Selasa (13/8). Potret Amel semasa hidup.
TAK BERNYAWA: Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengevakuasi jasad korban, Selasa (13/8). Potret Amel semasa hidup.

KALTIMPOST.ID, Amellinda Sari alias Amel, bocah SD yang marak dikabarkan hilang sejak Kamis (1/8), hari ini (13/8/2024) ditemukan.

Mirisnya, anak berusia 9 tahun itu ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat.

Banyak tanya mengenai penyebab hilang dan meninggalnya Amel. Terlebih, lokasi penemuan jasad siswi kelas 3 SD ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari kediaman orangtuanya.

Menurut saksi mata, jasad Amel ditemukan di rawa-rawa berjarak 20 meter dari pinggir kebun karet warga di pesisir Sungai Pesikng.

Terlihat banyak kejanggalan terhadap kondisi jasad. Di antaranya, saat ditemukan, korban tidak mengenakan celana dan sandal.

Rupanya, celana dan sandal korban didapati terpisah hingga puluhan meter dari TKP. Rambut dan jari korban juga hilang. Kaki korban juga terlihat mengalami cedera.

Terlebih, jasad korban didapati dalam keadaan tertelungkup dengan sebagian badan masuk ke dalam lumpur.

Kondisi mengenaskan ini mengundang simpati masyarakat Kampung Jengan Danum dan Kabupaten Kutai Barat.

Berbagai spekulasi dan dugaan pun berkembang. Di antaranya menduga bahwa Amel adalah korban dari tindak pembunuhan.

Bahkan, beberapa masyarakat mendesak untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian siswi SD 002 tersebut.

"Kasian sekali ananda Amel, kok bisanya meninggal dengan kondisi mengenaskan, kami menduga ada kemungkinan ia korban pembunuhan," ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Ada pula yang menafsirkan bahwa Amel meninggal bukan karena tenggelam. Pasalnya, kondisi TKP merupakan rawa-rawa berlumpur, bukan sungai. 

"Pokoknya banyak hal yang janggal," pungkasnya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Jengan Danum Kabak, saat ditemui mengapresiasi kerja keras semua pihak sehingga korban bisa ditemukan walaupun dalam keadaan meninggal.

"Pencarian sudah selesai untuk proses selanjutnya kita serahkan ke keluarga besar," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Kubar AKP Asriadi yang datang langsung ke TKP dan rumah duka juga memberikan tanggapan singkat.

Ia mengatakan, pihaknya masih terus mendalami peristiwa tersebut. "Masih kita selidiki," ucapnya.

Untuk saat ini, jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar. (*/ard)

Editor : Almasrifah
#anak hilang #Amellinda Sari alias Amel #Kutai Barat