Saat ditemukan Amel dalam kondisi mengenaskan sebab celana dan sandal korban terpisah jauh dari jasadnya yang separuh terkubur di dalam lumpur. Kepala korban terlihat tidak berambut. Padahal sehari-harinya Amel berambut panjang.
Soal jenazah Amel yang tidak memiliki rambut tersebut menjadi perbincangan warga. Pertanyaannya apakah rambut tersebut sengaja digunting hingga kepala Amel menjadi plontos. Namun kalau kepala tersebut ditarik binatang buas bagian kulit kepala korban terlihat masih utuh.
TKP penemuan jasad korban memang jarang dilalui warga. Namun tidak pernah ada laporan warga jika di area sekitar penemuan jasad korban ada berkeliaran binatang buas.
Juga warga tidak menemukan bagian rambut korban di sekitar tempat penemuan mayat. Rambut yang hilang inilah, menguatkan dugaan Amel telah dibunuh.
Bagian tubuh yang lain, sepintas kaki kanan terlihat seperti patah. Meski belum dibuktikan secara medis, namun kondisi itulah yang kini menjadi bisik-bisik di kalangan warga Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, tempat orang tua Amel tinggal.
Sebagian besar warga berkeyakinan Amel menjadi korban pembunuhan! Masalahnya sekarang, siapa pelakunya? Meski telah 13 hari menghilang, tepatnya Kamis, 1 Agustus 2024, kondisi mayat tidak terlalu berbau dan busuk.
Diduga waktu kematian Amel antara satu atau dua hari ini. Keyakinan bahwa Amel menjadi korban pembunuhan, terutama pada rambut korban yang tidak ada. Di lokasi tempat penemuan mayat, juga tidak ditemukan potongan rambut korban.
Lokasi korban ditemukan letaknya tidak jauh dari area pemakaman Kampung Jengan Danum. Bahkan area sekitar pernah disisir sebelumnya saat keluarga dan tim BPBD melakukan pencarian, hanya saja memang tidak sampai ke rawa-rawa tempat jenazah ditemukan.
Editor : Uways Alqadrie