Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Perum New Mahakam Grande Berharap Dialiri Perumdam Tirta Kencana, Pemkot Dorong Pengembang Sediakan Jaringan

Denny Saputra • Jumat, 16 Agustus 2024 | 08:33 WIB

CARI SOLUSI: Marnabas (pegang mik) ketika memimpin rapat bersama antara warga perum New Mahakam Grande dengan pengembang terkait buruknya kualitas air, Kamis (15/6). (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
CARI SOLUSI: Marnabas (pegang mik) ketika memimpin rapat bersama antara warga perum New Mahakam Grande dengan pengembang terkait buruknya kualitas air, Kamis (15/6). (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
KALTIMPOST.ID, Pemkot memenuhi janji mencari solusi atas permasalahan air yang dialami warga perum New Mahakam Grande, kelurahan Lok Bahu kecamatan Sungai Kunjang. 

Yakni dengan menggelar pertemuan di lokasi perumahan yang turut menghadirkan warga bersama developer perumahan, Kamis (15/8). 

Dalam pertemuan itu, warga sangat berharap bisa menikmati air dari perumdam Tirta Kencana, karena aliran dari WTP yang dikelola pengembang perumahan berasal dari kolam eks tambang serta menyebabkan berbagai penyakit kulit.

Plt Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan dalam kegiatan ini pemkot memfasilitasi antara harapan warga dengan tanggung jawab yang harus dipenuhi pengembang perumahan. Pertemuan ini merupakan awal, selanjutnya akan ada pertemuan lanjutan dengan menghadirkan perwakilan pengembang. 

“Pada prinsipnya perumdam siap mendistribusikan air ke sini, tetapi karena pengembangan belum menyerahkan fasum ke pemerintah, sehingga penyediaan air bersih masih tanggung jawab mereka,” ucapnya.

Dia menjelaskan, usai pertemuan tim perumdam Tirta kencana akan menghitung kebutuhan anggaran untuk mengalirkan air dari pipa induk ke perumahan. Karena jaraknya cukup panjang sekitar 1 km, sehingga diperlukan pipa sekunder, booster hingga jaringan ke rumah-rumah warga. 

“Kami akan melihat lagi perjanjian ketika warga membeli perumahan. Siapa yang bertanggung jawab untuk menyediakan meteran air (sambungan rumah/SR). Kalau pengembang, tentu harus bertanggung jawab. Tetapi kalau masyarakat, maka biaya sambungan akan dibebankan sesuai aturan,” jelasnya.

Terpisah, salah seorang warga RT 13 Perum New Mahakam Grande Endah Yuliati menaruh harapan besar, dapat menikmati aliran air dari perumdam. Dia pun menuntut tanggung jawab developer karena sejak awal perjanjian jual-beli rumah, pengembang menjanjikan air perumdam. 

“Selama ini kami bayar air dari WTP untuk keperluan MCK, tetapi sangat tidak layak. Sehingga untuk dikonsumsi, kami beli lagi air isi ulang,” ucapnya.

Dia mengaku selama ini cukup menderita, akibat aliran air dari WTP yang dikelola pengembang, penyakit kulit menyerang dirinya dan seluruh anggota keluarganya. “Kami harap bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan buntut dari aksi yang dilakukan sejumlah warga di depan balaikota Samarinda, Senin (12/8) lalu. 

Warga berharap pemerintah bisa membantu mencari jalan tengah atas permasalah air bersih warga di perumahan yang sudah terbangun sejak 2017 lalu.

 

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Perum New Mahakam Grande Samarinda #krisis air bersih