Autopsi itu sekaligus ikut menjawab kejanggalan yang ditemukan Salfinus Mulyono dan Yustina Yutmilda di jenazah Amel.
Salah satu pengacara orang tua Amel, Samuel R mengatakan, keluarga almarhum Amel juga merasa banyak kejanggalan dalam kematian pelajar 9 tahun tersebut.
Seperti kaki kiri hilang, kepala tanpa rambut dan ada bekas luka sayatan di kaki. Banyak kejanggalan, artinya meninggal itu tidak wajar.
"Jadi memang pihak keluarga sangat berharap ini bisa terungkap. Makanya dengan surat pernyataan meminta pihak keluarga juga untuk melakukan autopsi untuk jenazah ini," sebutnya.
Jadi, lanjut dia, orang tua Amel juga berharap dengan hasil autopsi bisa tahu penyebab kematian mendiang Amel.
Sekaligus menjawab berbagai tudingan miring yang diarahkan kepada keduanya.
Seperti diketahui, setelah hampir 13 hari melakukan pencarian, Amel ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rawa-rawa.
Ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kepala tanpa rambut dan tanpa kaki kiri. Kaki kanan juga terlihat patah, celana dan sandal korban terpisah jauh dari jasadnya yang separuh terkubur di dalam lumpur.
Amel dilaporkan hilang 1 Agustus lalu. Jenazahnya dimakamkan Kamis (15/8/2024) 14.00 Wita di pemakaman umum Kampung Jengan Danum, Kutai Barat.
Letaknya tidak jauh dari lokasi Amel ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.(*)
Editor : Almasrifah