Dari tiga nama bakal calon Bupati tersebut, Frederick Edwin dan Sahadi sudah kantongi tiket untuk maju Pilkada Kubar 2024. Sedangkan Ahmad Syaiful hingga masih menunggu rekomendasi Partai Golkar.
Lalu bagaimana peluang ketiganya jika sama-sama kantongi tiket maju pilkada Kubar tahun 2024. Berdasarkan data hasil survei yang dilakukan Lembaga Survey Indikator dan Charta Politika periode Juni 2023 dan Juni 2024.
Bakal calon Bupati Frederick Edwin pada periode survey bulan Juni 2023, mengungguli dua kompetitornya dengan 33,5 persen, diikuti Sahadi dengan 21,4 persen dan Ahmad Syaiful 19,6 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau belum memberikan jawaban 24,9 persen.
Kemudian pada periode survei Juni 2024,bakal calon Bupati Frederick Edwin dukungan untuknya bertambah menjadi 48,5 persen, urutan kedua bakal calon bupati Ahmad Syaiful yang menggeser bakal calon bupati Sahadi dari posisi kedua dengan 18,8 persen.
Sedangkan bakal calon Bupati Sahadi diurutan ketiga dengan 16,8 persen.
Ketiga bakal calon bupati Kutai Barat pada Pilkada Serentak 2024, sudah memilih pasangannya masing-masing.
Bakal calon Bupati Frederick Edwin yang merupakan putra bungsu bupati dua periode Kabupaten Kutai Barat Ismael Thomas. Frederick Edwin mengandeng Nanang Adriani sebagai bakal calon wakil bupati, jauh- jauh hari sebelum mendapatkan rekomendasi partai.
Pasangan ini disingkat FENA da didukung 5 Parpol yakni PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, PKB dan PKS,dengan total 15 kursi di DPRD Kabupaten Kubar serta tiga Parpol non wakil di DPRD Kabupaten Kutai Barat, yakni PSI, Gelora dan PPP.
Lalu bakal calon bupati Sahadi berpasangan dengan bakal calon wakil bupati, Alexander Edmond yang juga merupakan anak sulung dari mantan bupati dua periode Kabupaten Kutai Barat Ismael Thomas.
Alexander Edmond merupakan kakak kandung dari bakal calon Bupati Frederick Edwin. Pasangan Sahadi dan Alexander Edmond atau yang disingkat Diamond diusung tiga Parpol yakni Nasdem, Perindo dan Hanura dengan total 5 kursi di DPRD Kubar.
Terakhir bakal calon Bupati Ahmad Syaiful, mengandeng mantan anggota DPRD Kubar periode 2019-2024 dari partai Gerindra Jainudin. Pasangan ini di singkat AHJI saat ini pasangan ini masih menunggu rekomendasi Partai Golkar yang miliki 5 kursi di DPRD Kabupaten Kubar.
Editor : Uways Alqadrie