"Ketua Pansus Haji Nusron Wahid, dan wakilnya ibu Diah Pitaloka (PDIP), pak Marwan Dasopang (PKB), dan ibu Ledia Hanifah (PKS). Setuju ya?" tanya Cak Imin kepada anggota Pansus Haji.
"Setuju," jawab para anggota pansus, diiringi ketokan palu.
Keputusan tersebut diambil dalam di ruang Pansus Paripurna, gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (19/8).
Tiga wakil ketua akan mendampingi Nusron selama menjadi ketua pansus, yakni Diah Pitaloka dari PDIP, Marwan Dasopang dari PKB, dan Ledia Hanifah dari PKS.
Sebanyak 17 orang anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR, hadir dalam pertemuan perdana tersebut. Anggota Pansus Haji Luluk Nur Hamidah mengatakan, pihaknya menggelar rapat resmi perdana dengan agenda memilih dan menetapkan pimpinan pansus.
Dia berharap, pimpinan Pansus bisa bekerja efektif, maksimal dan cepat demi perbaikan penyelenggaraan haji ke depannya.
Pansus angket haji ini dibentuk menyusul adanya berbagai temuan Tim Pengawas (Timwas) DPR dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 yang dilaksanakan pemerintah.
“Pansus Hak Angket kita harapkan dapat membongkar kotak pandora pengalihan kuota haji, yang seharusnya berdasarkan UU hanya diperbolehkan digunakan 8% untuk Haji Plus, tapi justru digunakan 50% oleh Kemenag ke Haji Khusus,” kata Anggota Pansus Angket Haji DPR RI, Luluk Nur Hamidah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2024).
Pansus Angket Haji 2024 disepakati DPR dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa (9/7) kemarin. Anggota Pansus terdiri dari anggota-anggota Fraksi DPR lintas Komisi, yang artinya bukan hanya dari Komisi VIII DPR sebagai mitra dari Kementerian Agama (Kemenag).
Pansus Angket Haji 2024 berawal dari Timwas Haji DPR yang melakukan pengawasan dalam pelaksanaan haji beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, Timwas Haji memiliki peran krusial dalam pengawasan dan evaluasi manajemen kuota, pengaturan petugas haji, dan pengelolaan keuangan.
Timwas Haji DPR sendiri bertugas memastikan semua aspek terkait dengan ibadah haji berjalan dengan baik dan sesuai standar yang ditetapkan.
Setelah melakukan pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji bagi jemaah di Tanah Suci, Timwas Haji DPR menemukan adanya berbagai pelanggaran hingga kurang maksimalnya fasilitas bagi jemaah.
Baca Juga: Rumah kosong di Jalan Mas Penghulu Jadi Saksi Bunga Diperkosa AAM
Editor : Uways Alqadrie