KALTIMPOST.ID, Layanan transportasi massal Balikpapan City Trans yang beroperasi di bawah skema buy the service (BTS) akan terus berjalan seiring dengan peningkatan minat warga kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Adwar Skenda Putra, memastikan bahwa meski terdapat beberapa kendala teknis, layanan ini tidak akan dihentikan.
“Balikpapan City Trans tetap beroperasi pada tanggal 20 Agustus dan seterusnya. Layanan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat, sehingga keberlanjutannya dijamin,” ujar Adwar pada Senin (19/8).
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi untuk memastikan kelancaran operasional.
Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah sistem Tap On Bus (TOB) yang digunakan untuk mencatat jumlah pengguna.
Adwar menyebutkan bahwa hingga saat ini, sudah ada 32 ribu pengguna yang tercatat melalui sistem TOB sejak penerapan tap e-money pada 2 Agustus 2024.
“Namun, ada beberapa kartu e-money yang tidak terbaca oleh mesin, dan ini sedang kami evaluasi untuk diperbaiki,” ungkapnya.
Meskipun saat ini tarif Balikpapan City Trans masih Rp 0 (gratis), Dishub terus mengumpulkan data untuk menentukan biaya tarif operasional ke depannya.
“Kami akan melanjutkan pengumpulan data ini untuk menentukan tarif yang akan dikenakan nantinya,” tambah Adwar.
Selain masalah teknis seperti TOB, evaluasi juga dilakukan terhadap fitur lain seperti running text pada armada.
Semua perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas layanan bagi masyarakat.
Dengan dukungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Balikpapan City Trans diharapkan dapat terus melayani warga kota sebagai alternatif transportasi yang nyaman dan efisien, sekaligus mendukung upaya pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di perkotaan.
“Balikpapan City Trans akan terus beroperasi, dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan layanan ini tetap prima,” pungkas Adwar. (*)
Editor : Dwi Puspitarini