Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

WASPADA! Kaltim Berpeluang Terkena Dampak Gempa Megathrust Utara Sulawesi

Dina Angelina • Selasa, 20 Agustus 2024 | 18:25 WIB

 

DIPANTAU: Kaltim aman dari ancaman megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Justru zona megathrust utara Sulawesi yang berpotensi memberi dampak ke Kaltim. (Foto: Anggi/KP)
DIPANTAU: Kaltim aman dari ancaman megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Justru zona megathrust utara Sulawesi yang berpotensi memberi dampak ke Kaltim. (Foto: Anggi/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sepekan terakhir ramai tentang perbincangan Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Jika kedua lempeng tersebut saling menumpuk bisa membuat gempa dan tsunami dahsyat. Lalu bagaimana potensi dampak ke Kaltim?

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid mengatakan, wilayah Indonesia memang terdapat lempengan yang terbentang.

Mulai dari Sumatera bagian barat, Selat Sunda, selatan Jawa. Lalu Maluku, utara Papua, dan bagian utara Sulawesi.

Diterangkannya, Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tidak berdampak pada Kaltim.

“Itu tumpukan antara lempeng eurasia dan indo australia. Jadi Kaltim tidak kena dampak sama sekali karena lokasinya jauh,” katanya.

Namun, Rasmid menyebutkan, Megathrust Utara Sulawesi justru memiliki potensi berdampak ke Kaltim.

Ini karena terjadi pertemuan antara lempeng eurasia dan lempeng Filipina.

“Tapi kalau lempengan bertabrakan bisa berpotensi menimbulkan tsunami,” sebutnya.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka! Tersedia 250.407 Formasi, Ini Perincian dari Setiap Instansi

Ada pun data menunjukkan periode ulang atau seismic gap Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut berusia 227 tahun.

Sementara seismic gap Megathrust Utara Sulawesi juga berkisar 200-300 tahun untuk periode ulang.

“Potensi memang ada karena sudah lama tertidur dan tidak mengeluarkan energi. Sampai suatu saat dilepaskan energi,” bebernya.

Menurut Rasmid, selama ini hanya terjadi gempa-gempa kecil. Pihaknya pun telah melakukan simulasi dan pemodelan Megathrust Sulawesi bagian utara tersebut.

Hasil perhitungan pihaknya, kekuatan gempa dapat mencapai 8,5 magnitudo dengan berpusat di zona Megathrust Utara Sulawesi dan membuat kenaikan air laut.

Selain itu, hasil skenario tersebut menunjukkan bahwa Pantai Kaltim berpotensi mengalami tsunami.

“Status ancaman siaga dengan tinggi tsunami 0,5 -3 meter,” imbuhnya.

Rasmid menambahkan, soal ketinggian tsunami ini tergantung lokasi. Wilayah pantai Sulawesi bisa memiliki potensi lebih tinggi karena posisinya dekat.

“Jadi tergantung jarak, bentuk pantai, dan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, potensi yang sama berdampak ke Kaltim juga bisa terjadi dengan skenario model tsunami akibat gempa 7,7 magnitudo berpusat di zona Makassar Trust. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko