KALTIMPOST.ID, Dua pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basuki Hadimoeljono, yang digaris bawahi oleh publik di Penajam Paser Utara (PPU).
Pertama, mengenai diimplementasikannya pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan, dan pembangunan Bendung Telake di Kabupaten Paser.
Kedua pernyataan menteri ini ditegaskannya saat ia membuka Expo IKN 2024, PPU, Serambi Nusantara, di halaman depan lapangan Stadion Panglima Sentik, Penajam, Kamis (15/8).
Seperti diketahui, kedua rencana pembangunan itu telah dihentikan oleh pemerintah pusat dengan alasan tertentu.
Namun, saat menyampaikan sambutan, terkait jembatan pendekat kedua daerah Penajam-Balikpapan itu, Menteri Basuki menyinggung kembali tentang usulan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, yang selama ini diinisiasi oleh PT Waskita Karya dan menempatkan Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim sebagai pemegang saham atas kegiatan yang diperkirakan menghabiskan biaya pembangunan jembatan melintasi Teluk Balikpapan itu sebesar Rp 16 triliun.
“Kalau ini segera bisa kita bangun, maka PPU tidak sekadar jadi penyangga IKN saja, tetapi menjadi mitra strategis pembangunan IKN Nusantara kita,” katanya sembari menambahkan, bahwa kegiatan ini sangat tepat dilakukan pada 2024 sebagai persiapan PPU untuk bisa bangkit lebih cepat.
Hal ini, mendapatkan tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) PPU, Salehuddin Muin. Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut harus diwujudkan untuk memenuhi peningkatan perekonomian regional Kalimantan.
Di luar itu, lanjut dia, wajib diwujudkan karena rencana pembangunan jembatan ini sudah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, mulai dari tahapan studi kelayakan, hingga masuk pada lelang tender, yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah pusat imbas pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU.
“Nah, sekarang mengenai jembatan ini menjadi topik lagi setelah yang mengatakan adalah menteri teknis. Pemkab PPU perlu menyambutnya dengan mengambil langkah-langkah,” kata Salehuddin Muin.
Pemkab PPU, seperti diberitakan kemarin, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nicko Herlambang, menyambut baik terkait hal ini.
Setali tiga uang dengan Salehuddin Muin, Nicko Herlambang juga berharap agar pembangunan jembatan tersebut dapat dilanjutkan dengan keterlibatan pendanaan dari pemerintah pusat.
Terbaru Jumat (16/8), Nicko Herlambang, bahkan telah mengagendakan untuk menghubungi PT Waskita Karya sebagai inisiator pembangunan jembatan tol tersebut, untuk menyikapi pernyataan menteri tersebut.
“Soal jembatan ini bisa jadi hangat lagi, terlebih, setelah pak menteri memberi angin segar bagi potensi terbangunnya jembatan tol Penajam-Balikpapan itu,” ujarnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini