KALTIMPOST.ID, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang telah mendata sejumlah bakal pasangan calon (Bapaslon) yang akan mendaftar dalam Pilkada 2024.
Salah satu pasangan yang akan mendaftar adalah Najirah dan Muhammad Aswar, yang dijadwalkan melakukan pendaftaran pada Kamis (29/8/2024) pukul 14.15 Wita.
Muhammad Aswar, calon Wakil Wali Kota mendampingi Najirah, menyebutkan bahwa pendaftaran akan dilakukan pada hari terakhir pendaftaran.
Sebelum menuju KPU, Bapaslon Najirah-Muhammad Aswar akan menggelar konvoi bersama simpatisan dan relawan pendukung yang berjumlah sekitar 2.000 orang.
"Kami akan melakukan konvoi terlebih dahulu. Mungkin tiba di KPU sekitar pukul 16.00 Wita," ujar Aswar saat dikonfirmasi pada Selasa (27/8/2024).
Konvoi ini akan dimulai dari titik kumpul di posko pemenangan Najirah-Muhammad Aswar di Jalan R Suprapto, Bontang Baru, dan akan berkeliling bersama simpatisan hingga ke KPU Bontang.
"Titik kumpul akan dilakukan di posko pemenangan yang ada di Jalan R Suprapto, Bontang Baru," lanjut Aswar.
Ia juga menyampaikan bahwa semua persyaratan pendaftaran sudah disiapkan dengan lengkap, dan akan mendaftar bersama Najirah.
Selain persiapan pendaftaran, perhatian juga tertuju pada harta kekayaan Najirah, yang dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Najirah hingga periodik 2023 mencapai Rp 10.166.689.449.
Peningkatan ini terutama terlihat dalam komponen kas dan setara kas, sementara aset seperti tanah, bangunan, dan kendaraan tetap tercatat sama dengan tahun sebelumnya.
Menurut laporan, harta kekayaan Najirah terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 9.107.000.000, alat transportasi dan mesin berupa mobil Toyota Camry Sedan Tahun 2005 senilai Rp 70.000.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp 39.000.000, dan kas serta setara kas yang mencapai Rp 950.689.449.
Najirah dikenal cukup setia hanya pada satu mobil selama menjabat sebagai wakil wali kota Bontang.
Menurut laporan dari LHKPN, tidak ada penambahan atau perubahan jenis kendaraan. Hanya memiliki mobil Toyota Camry Sedan tahun 2005.
Dia juga dikenal sebagai pemimpin yang berkomitmen terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan kekayaan yang dilaporkannya ini telah menarik perhatian publik, terutama dalam konteks akuntabilitas pejabat publik.
Transparansi dalam pelaporan harta kekayaan penting untuk memastikan bahwa kekayaan yang dimiliki berasal dari sumber-sumber yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pelaporan yang dilakukan secara berkala, Najirah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan integritas sebagai pejabat publik.
Masyarakat Bontang berharap bahwa ini akan menjadi contoh bagi pejabat lain untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas mereka. (*)
Editor : Dwi Puspitarini