Demokrat kini menjadi satu dari dua partai parlemen yang resmi mengusung bakal pasangan calon (bapaslon) berjargon Kaltim Berdaulat itu.
Ada pula empat partai non parlemen, dari Gelora, Partai Ummat, Perindo, dan Hanura yang turut masuk dalam koalisi pengusungan. Menurut Irwan, hasil beberapa survei dan kondisi psikologis warga Kaltim masih menginginkan kepemimpinan Isran-Hadi.
Karena itu, dia meminta para kader Demokrat bisa berkolaborasi bersama tim pemenangan Isran-Hadi dan partai pengusung lainnya dalam kerja-kerja politik di lapangan. “Struktur partai pun juga, DPC, PAC, hingga anak ranting wajib tegak lurus dengan keputusan partai ini,” ucapnya pada 25 Agustus 2024.
Kader yang kedapatan memilih mendukung bapaslon lain harus siap dengan konsekuensi atas pilihan tersebut. “Pasti ada yang begitu (kader yang tidak tegak lurus mengikuti keputusan partai). Memang ini demokrasi, setiap kader pasti paham dengan konsekuensi atas tindakan yang seperti itu,” singkatnya.
Sehari sebelumnya, ada beberapa kader Demokrat yang tergabung dalam Barisan Kemenangan Dua periode (Barikade) yang semula mendukung Isran-Hadi memilih beralih arah ke Rudy Mas`ud- Seno Aji. Nama organisasi pun bersulih menjadi Barisan Kemenangan Demokrasi (Barikade) Kaltim.
Ketua Barikade Kaltim Oscar Rawindra mengaku memilih beralih pilihan lantaran sudah tak sejalan lagi dengan Isran-Hadi. Alasannya lantaran ruang gerak anak muda di tim bapaslon Isran-Hadi sangat minim. Sementara Rudy-Seno, kata dia, menjadi representatif anak muda di Kaltim. “Sudah tak lagi sejalan dengan visi-misi yang diusung. Kami memilih sesuai nurani,” sebutnya.
Apalagi, duet Rudy-Seno mengusung program yang dirasa mereka lebih mendasar terkait pendidikan dan kesehatan. Salah satunya pendidikan gratis hingga jenjang S3. “Masalah pendidikan ini dasar kebutuhan masyarakat yang sangat diperlukan,”tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie