Inilah pertemuan pertama selepas pendaftaran di KPU Agustus lalu. Hadi menegaskan meski keduanya bakal saling berlawan di pilgub November nanti, hal itu tidak menjadi alasan keduanya harus saling serang.
“Kami berdua sama-sama pernah berjuang membangun Kaltim lima tahun lalu. Pak Seno di legislatif, saya di eksekutif. Jadi biasa saja,” sebutnya. Ihwal pemilu nantinya, semua bergantung masyarakat Kaltim yang menentukan pemimpinnya lima tahun ke depan. “Siapa pun yang terpilih, itu pilihan masyarakat dan kehendak tuhan, jangan ada yang baper,” imbuhnya.
Senada, Seno pun mengaku kebersamaan mereka sejak enam tahun lalu tak serta merta terputus hanya karena saling berhadapan di Pilgub Kaltim. Pada 2018 silam, Gerindra menjadi salah satu partai pengusung Isran Noor-Hadi Mulyadi memenangkan kontestasi.
Keduanya pun sama-sama berkolaborasi dalam membangun daerah lewat peran masing-masing.
“Saya dan Pak Hadi itu teman. Sudah sejak enam tahun lalu saling bertukar pikiran. Beliau wakil gubernur, saya wakil ketua DPRD,” tuturnya.
Forum yang digagas para Nahdliyin ini pun, disebutnya hanya menjadi salah satu ruang keduanya untuk memaparkan visi-misi jika terpilih nantinya. “Kontestasi itu persoalan lain. Kami cukup menawarkan program dan visi-misi, sisanya bergantung masyarakat Kaltim,” tegasnya mengakhiri.
Editor : Uways Alqadrie