KALTIMPOST.ID, Pada Juli 2024, Pelabuhan Semayang Balikpapan mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas angkutan laut.
Jumlah penumpang angkutan laut yang tiba di pelabuhan ini mencapai 28.820 orang, naik 23,14 persen dibanding bulan Juni 2024.
Kenaikan ini mencerminkan adanya lonjakan permintaan untuk perjalanan laut domestik, yang mungkin dipicu oleh berbagai faktor seperti liburan sekolah, peningkatan aktivitas ekonomi, atau bahkan kebijakan pemerintah yang mendorong transportasi laut.
Baca Juga: Cuaca Kaltim Akan Didominasi Hujan Deras, Empat Daerah Masuk Kategori Waspada
Namun, meskipun ada kenaikan bulanan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang mengalami penurunan yang cukup tajam, yaitu sebesar 27,98 persen.
Penurunan ini menandakan bahwa meskipun ada pemulihan bulanan, tren jangka panjang masih menunjukkan penurunan dalam jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut.
"Kenaikan bulanan dalam jumlah penumpang bisa jadi indikasi adanya perubahan musiman atau faktor temporer. Namun, penurunan tahunan menunjukkan bahwa kita masih harus memantau tren lebih lanjut untuk memahami dinamika pasar yang lebih luas," tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Sementara itu, Marinda juga memgungkap, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang pada Juli 2024 mencapai 29.711 orang.
Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 64,40 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Walaupun diakui terdapat peningkatan bulanan yang signifikan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang yang berangkat mengalami penurunan tipis sebesar 1,33 persen.
"Selain penumpang, aktivitas barang di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau juga mengalami perubahan yang signifikan. Pada Juli 2024, jumlah barang yang dibongkar di kedua pelabuhan ini mencapai 272.076 ton," bebernya.
Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 19,72 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024 dan 31,38 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan, dalam aktivitas perdagangan dan distribusi barang melalui jalur laut.
Kenaikan dalam jumlah barang yang dibongkar bisa mencerminkan berbagai hal, termasuk peningkatan produksi industri lokal, peningkatan ekspor dan impor, atau bahkan perubahan dalam pola konsumsi.
Ini juga bisa menjadi indikator positif untuk ekonomi regional dan nasional, karena meningkatnya jumlah barang yang dibongkar menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang lebih besar dan pergerakan barang yang lebih intens.
Sebaliknya, jumlah barang yang dimuat dari Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau pada Juli 2024 tercatat sebanyak 62.307 ton, mengalami kenaikan sebesar 36,09 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024.
Marinda mengatakan, angka ini juga meningkat 42,80 persen dibandingkan dengan Juli 2023.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa pelabuhan ini tidak hanya melayani peningkatan dalam aktivitas bongkar muat barang, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas muatannya.
"Pada sektor angkutan laut luar negeri, Juli 2024 menunjukkan perkembangan yang menarik. Barang yang dibongkar di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mencapai 17.290 ton, meningkat 132,33 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024," urai Marinda.
Ini adalah peningkatan yang sangat signifikan, menunjukkan adanya lonjakan dalam aktivitas perdagangan internasional yang mempengaruhi pelabuhan ini.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terjadi peningkatan yang lebih modest sebesar 3,47 persen.
Di sisi lain, jumlah barang yang dimuat untuk angkutan laut luar negeri pada Juli 2024 tercatat sebanyak 781 ton, mengalami peningkatan yang sangat besar sebesar 213,65 persen, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Realisasi Pengeboran Tertinggi Sejak 2014, Ada 107 Sumur Ditembus di Agustus 2024
Ya, meski ada lonjakan besar dalam aktivitas bulan ini, jika dibandingkan dengan periode Juli 2023, terungkap bila terjadi penurunan sebesar 12,15 persen.
Perubahan besar dalam data ini mungkin mencerminkan fluktuasi musiman atau perubahan dalam pola perdagangan internasional.
Adapun jumlah kunjungan kapal dalam negeri pada Juli 2024 tercatat sebanyak 1.463 unit, mengalami peningkatan signifikan sebesar 43,85 persen dibandingkan dengan Juni 2024 dan 39,60 persen dibandingkan dengan Juli 2023.
Baca Juga: Gimik Politik vs Pertarungan Gagasan
"Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan dalam frekuensi kunjungan kapal domestik, yang bisa jadi merupakan hasil dari peningkatan aktivitas ekonomi, ekspansi industri lokal, atau bahkan perubahan dalam kebijakan transportasi laut," ungkapnya.
Berdasarkan gross tonnage (GT), kapal yang berlabuh di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mencapai 6.181.324 GT pada Juli 2024, meningkat 34,25 persen dari bulan Juni dan 5,30 persen dari Juli tahun lalu.
Peningkatan ini menunjukkan adanya kapal-kapal dengan kapasitas lebih besar yang beroperasi di pelabuhan ini, yang bisa mengindikasikan peningkatan dalam volume barang yang diangkut.
Baca Juga: Cuaca Kaltim Akan Didominasi Hujan Deras, Empat Daerah Masuk Kategori Waspada
Untuk kunjungan kapal berdasarkan length overall (LOA), jumlahnya mencapai 93.583 LOA, mengalami kenaikan sebesar 20,63 persen dibandingkan dengan Juni 2024 dan 102,93 persen dibandingkan dengan Juli 2023.
Kenaikan signifikan dalam LOA menunjukkan adanya kapal-kapal yang lebih besar yang beroperasi di pelabuhan ini, yang bisa menjadi indikasi peningkatan dalam aktivitas perdagangan dan pengiriman barang.
"Di sisi kunjungan kapal luar negeri, pada Juli 2024 terdapat 56 unit kapal luar negeri yang berkunjung ke Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Angka ini menunjukkan penurunan 1,75 persen dibandingkan dengan Juni 2024 dan penurunan yang lebih tajam sebesar 32,53 persen dibandingkan dengan Juli 2023," sebutnya.
Baca Juga: Jasindo Bayar Klaim Asuransi Marine Hull Rp 5,7 Miliar
Penurunan ini mungkin mencerminkan tantangan dalam hubungan perdagangan internasional atau faktor-faktor lain yang memengaruhi kunjungan kapal dari luar negeri.
Berdasarkan GT, kapal luar negeri yang berlabuh di pelabuhan ini tercatat sebanyak 2.321.882 GT, mengalami kenaikan sebesar 8,44 persen dari bulan Juni 2024, tetapi turun 24,28 persen dibandingkan dengan Juli 2023.
Berdasarkan LOA, jumlah kunjungan kapal luar negeri mencapai 7.425, mengalami kenaikan sebesar 12,50 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024.
Namun, angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 60,81 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.
Baca Juga: Atasi Antrean Panjang BBM, Sejumlah SPBU Baru Beroprasi di Kota Balikpapan
Dari data yang telah dipaparkan, beberapa tren dan implikasi dapat ditarik untuk masa depan. Peningkatan dalam jumlah penumpang dan barang yang dibongkar serta dimuat menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang positif di kawasan ini.
Namun, penurunan dalam jumlah penumpang dan kunjungan kapal luar negeri menandakan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi.
"Peningkatan dalam aktivitas bongkar muat barang dan kunjungan kapal domestik memberikan sinyal positif bagi ekonomi regional. Ini bisa mengindikasikan adanya pertumbuhan dalam sektor perdagangan dan industri lokal, serta kemungkinan adanya investasi baru atau ekspansi dalam bisnis yang ada," kata Marinda.
Baca Juga: Kasus Pukulan Kungfu Guru SMK di PPU, Komite Sekolah Sebut Antara Bapak dan Anak
Di sisi lain, penurunan dalam jumlah penumpang dan kunjungan kapal luar negeri menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi sektor ini.
Tantangan-tantangan seperti fluktuasi pasar global, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan faktor musiman mungkin memainkan peran penting dalam menentukan arah aktivitas pelabuhan ke depannya.
"Secara keseluruhan, data dari Pelabuhan Semayang Balikpapan pada Juli 2024 menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam beberapa aspek aktivitas pelabuhan, terutama dalam jumlah barang dan kunjungan kapal domestik. Namun, penurunan dalam jumlah penumpang dan kunjungan kapal luar negeri menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi," tutupnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini