KALTIMPOST.ID, Presiden Joko Widodo kembali memulai kegiatan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis (12/9/2024) siang.
Salah satu agenda utamanya adalah memberikan pengarahan kepada pejabat TNI-Polri di Istana Negara IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Ribuan pejabat TNI dan Polri dari berbagai matra telah berkumpul di Ruang Pertemuan Istana Negara sejak pukul 13.00 Wita untuk mengikuti pengarahan ini.
Presiden Joko Widodo tiba di Ruang Pertemuan sekitar pukul 12.55 Wita, didampingi oleh Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya seperti Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, dan Plt Kepala Otorita IKN Mochamad Basuki Hadimuljono turut hadir mendampingi.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga ikut dalam pertemuan penting ini.
Dalam pengarahan tersebut, Presiden Joko Widodo menyoroti dua isu penting yang akan dihadapi dalam waktu dekat, yaitu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, serta pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024.
"Dua hal ini sangat penting dan harus dipersiapkan dengan baik untuk menjaga stabilitas politik dan sosial," ujar Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa stabilitas yang sudah terjaga hingga saat ini harus dipertahankan oleh TNI dan Polri.
Menurutnya, setiap potensi persoalan, sekecil apapun, harus segera diselesaikan agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ia meminta agar institusi keamanan ini mendukung penuh proses transisi pemerintahan agar berjalan mulus dan tanpa hambatan.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan khusus kepada TNI dan Polri untuk memastikan bahwa transisi pemerintahan dari kepemimpinannya kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto berjalan lancar. "Jangan sampai ada riak-riak yang berpotensi mengganggu proses transisi ini," tegasnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Kembali Berkantor di IKN, Lakukan Groundbreaking Proyek Strategis
Selain itu, Presiden juga meminta TNI dan Polri untuk menjaga netralitas serta mendukung pelaksanaan Pilkada serentak pada November 2024.
"Netralitas harus dijaga dengan baik, dan situasi harus tetap kondusif selama proses Pilkada berlangsung," tambah Presiden dalam pengarahannya.
Presiden juga memberikan arahan terkait peran TNI dan Polri dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, terutama dalam menghadapi kekerasan domestik, kekerasan seksual, dan bullying.
Menurutnya, TNI dan Polri harus menjadi institusi pertama yang menjadi tempat berlindung bagi perempuan dan anak yang membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: FGD Go Green, Darurat Wujudkan Balikpapan Hijau dan Cerdas Berkelanjutan
"Berdayakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak dalam memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak," pungkas Presiden.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan memperkuat peran institusi keamanan dalam mendukung kesejahteraan sosial. (*)
Editor : Dwi Puspitarini