Dengan ketinggian antara 25-30 meter, air terjun ini mengalir deras membentuk kolam alami di bagian bawah yang jernih dan dikelilingi oleh bebatuan besar. Suasana asri hutan tropis yang lebat semakin menambah keindahan tempat ini. Suara gemericik air yang menenangkan akan membuat pengunjung merasa rileks dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Suasananya bisa meredakan stres,” kata Ridho, warga Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU yang mengaku pernah mengunjungi objek wisata itu, kepada Kaltim Post, Jumat (13/9).
Untuk mencapai Air Terjun Tembinus, ia mengungkapkan, pengunjung harus melewati jalan setapak di tengah hutan dengan medan yang cukup menantang. Perjalanan sejauh sekira 1 kilometer ini akan menjadi petualangan tersendiri sebelum akhirnya tiba di destinasi yang indah itu. “Namun, semua kelelahan akan terbayar lunas begitu mata memandang keindahan Air Terjun Tembinus,” tuturnya.
Salah satu pengelola Objek Wisata Pantai Sipakario di Nipahnipah itu, mengungkapkan, Air Terjun Tembinus dibuka untuk umum, terutama pada akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Sebab itu, lanjut dia lagi, yang kerap berkunjung ke objek wisata ini lebih banyak adalah pasangan kawula muda. Pengunjung disarankannya untuk datang sebelum pukul 16.00 Wita.
“Jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu kepada PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) untuk dapat menikmati keindahan alam ini,” katanya.
Kepala Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, PPU, Yatiman saat dikonfirmasi media ini kemarin, ia membenarkan bahwa tempat objek wisata tersebut berada di wilayah Bukit Raya. Namun, pengelolaannya di bawah perusahaan perkayuan PT IHM sebagai pemilik konservasi hutan. “Kalau masyarakat mau berkunjung ya memang harus izin sama IHM.
Karena wilayah masuk penguasaan mereka dan arealnya masuk dari wilayah kita. Masyarakat yang datang ke sana bisa meminta izin sama bagian keamanan perusahaan yang berjaga di sana. Mengunjungi objek wisata ini juga gratis,” kata Yatiman.
Hanya, lanjutnya lagi, objek wisata ini dalam beberapa bulan terakhir ini tampak sepi dari pengunjung. Hal itu, berbeda dari sebelumnya yang jumlah pengunjungnya sangat banyak setelah objek wisata ini sempat viral. Setelah terjadi insiden ada pengunjung yang terseret arus air terjun yang pada hari itu sedang meluap, saat ini, Air Terjun Tembinus tampak sepi pengunjung.
“Dulu, kejadiannya itu pas musim banjir itu ada pengunjung tanpa konfirmasi ke penjagaan air terjun melimpah, dan yang sedang berenang di bawah tidak tahu. Akhirnya, hanyut dan meninggal dunia. Kalau tidak salah itu pengunjung dari Samboja, Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Editor : Uways Alqadrie