Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lapsus Minggu Ini!! Ini Cara Pemkot Balikpapan Atasi Krisis Air

Muhammad Ridhuan • Minggu, 22 September 2024 | 13:00 WIB

Dirut PTMB Yudhi Saharuddin (FOTO: IST)
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Awal Juni lalu, Pemkot Balikpapan menyampaikan siap mengambil langkah desalinasi sebagai upaya penyediaan keperluan air bersih. Kabarnya tahap awal desalinasi berjalan di kawasan Kampung Baru.

Adapun rencana lokasi desalinasi di belakang area relokasi Rumah Sakit Sayang Ibu. Kapasitas desalinasi sebesar 120 liter per detik dengan mengambil air baku di sana untuk menyuplai ke sistem IPA Kampung Baru.

Opsi desalinasi kali ini memiliki konsep yang lebih murah dan terjangkau dibanding kajian beberapa tahun lalu. Keperluan dana sekitar Rp 50-60 miliar. Jauh lebih murah dibanding kajian sebelumnya hingga Rp 2,3 triliun. Setidaknya butuh waktu sekitar 1,5 tahun sampai air hasil desalinasi bisa mengalir ke rumah warga. 

PTMB pun telah menerima sejumlah tawaran investor terkait rencana itu dengan membuka dua opsi desalinasi. Selain desalinasi air laut di Kampung Baru, ada desalinasi air payau yang berlokasi di kawasan Somber. Setelah ada penawaran yang masuk, PTMB kini melakukan kajian mendalam dari setiap proposal tersebut.

“Terakhir sudah ada delapan penawaran yang masuk ke kami. Baik untuk desalinasi air laut maupun air payau. Kami minta semua yang mengirim proposal untuk menghitung berapa nilai jual air. Jangan sampai harga terlalu tinggi,” kata Dirut PTMB Yudhi Saharuddin. 

Sementara terkait menampung air hujan, awal Agustus lalu, Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Gus Agung Guntoro menuturkan, baik embung dan bendali memang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku di saat sumber utama mengalami krisis. Sayangnya ada persoalan lain terkait kondisi tanah di Balikpapan. 

“Walau curah hujan cukup tinggi, sayangnya kriteria tanah tidak mendukung. Balikpapan didominasi dengan kriteria tanah basah dan lempung. Jadi, curah hujan yang tinggi akan menjadi suatu lintasan. Sehingga air tidak meresap ke bawah, melainkan menjadi aliran di permukaan dan terbuang langsung ke laut,” ucapnya. 

Karena itu, strategi utama yang bagus sebanyak mungkin membuat tampungan. Seperti membuat embung hingga penampungan air hujan (rainwater harvesting).

Editor : Uways Alqadrie
#pemkot balikpapan #Pdam Balikpapan #krisis air