Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menikmati Eksotisme Pesisir Bontang Kuala Sambil Menyantap Gammi Bawis

Adhiel kundhara • Selasa, 24 September 2024 | 11:27 WIB

LEZAT: Gammi Bawis menjadi menu kuliner khas Bontang yang telah memiliki segudang prestasi. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
LEZAT: Gammi Bawis menjadi menu kuliner khas Bontang yang telah memiliki segudang prestasi. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
KALTIMPOST.ID, Panorama pesisir di Bontang Kuala sangat indah. Bahkan di senja menjadi salah satu destinasi keluarga untuk menikmati waktu luang. Sembari merasakan angin sepoi dari laut sangat cocok jika ditemani oleh kuliner khas Bontang yakni Gammi Bawis.

Gammi bawis merupakan menu tradisional namun sudah mendunia. Gammi Bawis pertama kali dipopulerkan masyarakat Bontang Kuala. Istilah gammi memiliki arti sambal. yang sudah dikenal lama di Bontang, dan telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Bontang Kuala.

Sementara Bawis, merupakan jenis ikan laut yang masuk dalam kategori baronang lingkis. Ciri-cirinya, ikan ini memiliki banyak duri dan ukuran paling besar hanya seukuran telapak tangan orang dewasa.

Uniknya, ikan ini dikabarkan hanya bisa ditemukan di perairan laut Bontang. Dibandingkan dengan jenis ikan yang lain, populasi ikan bawis ini lebih mendominasi ketimbang jenis ikan lainnya.

Salah satu restoran yang menyediakan ini yakni Anjungan Indah. Lokasinya berada di deretan paling ujung permukiman Bontang Utara. Abdul Galib sang pemilik restoran mengaku mendirikannya sejak 1996.

Pada proses pembangunannya tantangan harus dihadapi. Pasalnya ketika bangunan hendak rampung, akses menuju ke restoran belum tersambung. Akhirnya pengunjung pun harus menggunakan perahu selama dua tahun.

Namun hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk menjalankan usahanya. Malahan, makin banyak masyarakat yang menjadi pelanggan tetapnya. Berbagai pesanan pelanggan yang mesti diantarnya pun harus menggunakan perahu terlebih dahulu.Semakin berkembangnya usaha Galib pun menarik perhatian Bupati Kutai saat itu.

Setelah mendengar cerita bahwa restorannya terletak di tengah laut tanpa jembatan penghubung, ia memerintahkan wali kota administratif Bontang pada waktu itu untuk memberikan izin pembangunan jembatan. Hanya dalam beberapa hari, izin tersebut pun diterbitkan dan jembatan penghubung kembali dipasang.

Bisnis Galib pun mulai naik daun. Dukungan dari masyarakat yang semakin positif, ditambah dengan semakin banyaknya perusahaan yang menjadi pelanggan setia, membuat restorannya kian dikenal luas.

BERTAHAN: Anjungan Indah di Bontang Kuala, sudah bertahun-tahun bertahan dengan menu andalan gammi bawis. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
BERTAHAN: Anjungan Indah di Bontang Kuala, sudah bertahun-tahun bertahan dengan menu andalan gammi bawis. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Menurut Galib, setiap tamu perusahaan yang mengunjungi restorannya berasal dari luar kota. Setelah menikmati hidangan, mereka membawa kesan positif yang membuat mereka selalu mengingat restoran milik Galib.

“Oleh karena itu, pelayanan pelanggan menjadi prioritas utama bagi saya. Saya dan istri bahkan melakukan studi banding ke restoran-restoran di kota lain seperti Balikpapan, Samarinda, Jakarta, dan Bali,” kata Galib.

Selain memperbaiki pelayanan, ia juga memprioritaskan cita rasa. Galib menjelaskan bahwa Sambal Gammi adalah sambal khas yang biasa dikonsumsi oleh warga setempat.

Bahkan ketika melaut, nasi dan sambal sudah cukup untuk memuaskan selera mereka. Sejak berdirinya restoran ini, kualitas rasa sambal gammi ala Rumah Makan Anjungan Indah terus dipertahankan.

Baca Juga: Isran Noor Diapresiasi karena Berani Pasang Badan Pertahankan Tenaga Honorer di Kaltim

“Saya masih langsung pergi ke pasar sendiri untuk memilih ikan yang sesuai. Bumbu-bumbunya pun resep rahasia yang hanya dipegang oleh istri saya,” kata kakek satu cucu ini, yang merupakan anak dari Yuli Rukmana dan Hendra.

Karena itulah, hingga kini Galib masih sering turun langsung ke pasar setiap pagi dan sore untuk membeli bahan baku. Untuk urusan bumbu, dia sepenuhnya mempercayakan istrinya untuk meraciknya.

“Mungkin menurut pelanggan, sambal gammi dari restoran ini pas di lidah mereka,” tutup bapak tiga anak ini.

Gammi Bawis pun di restorannya dibanderol seharga Rp50 ribu. Harga yang cukup terjangkau. Tiap porsinya jumlah ikan yang disajikan berdasarkan ukuran. Jika kecil maka terdapat tiga ekor. Namun bila ukurannya besar hanya dua ekor.

Adapun proses pembuatan Gammi Bawis yaitu ikan bawis dimasak bersama sambal pedas yang telah diulek. Bumbu-bumbunya terdiri dari cabai rawit, cabai merah, tomat merah, bawang merah, gula pasir, garam, dan minyak.

Yang membuat unik adalah, proses penyajiannya diletakkan dalam cobek tanah liat bersama ikan bawis lalu dipanaskan di atas kompor. Saat panas, sambal akan terlihat meletup-meletup. Agar wangi, gammi bisa ditambahkan sehelai daun kemangi.

Kini restoran Anjungan Indah juga telah memiliki cabang di Satimpo. Konsep bangunan lebih modern. Karena bangunan tidak berada di atas laut. Terdapat dua bangunan seperti cottage yang bisa menampung hingga 15 orang di dalamnya. Fasilitas yang disediakan mulai dari pendingin ruangan dan karaoke. Omzet yang diraup Galib pernah menembus 100 hingga 200 juta per bulan.

Diketahui, gammi bawis pernah dibawa ke Den Haag, Belanda, dalam rangka promosi kuliner daerah. Selain itu, Gammi Bawis juga pernah menjadi salah satu menu dalam acara kenegaraan di Istana Negara saat memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan RI.

Tak hanya populer di kalangan pecinta kuliner, Gammi Bawis juga memiliki sejumlah prestasi gemilang. Pada tahun 2011, hidangan ini meraih Juara I di Festival Benua Etam yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. Tim PKK Bontang saat itu berhasil menjadikan Gammi Bawis sebagai menu unggulan yang membanggakan.

Pada tahun 2014, Gammi Bawis kembali mencatatkan prestasi dengan menjadi Juara I di Festival Kuliner Tradisional se-Kaltim. Setahun kemudian, pada 2015, hidangan ini dinobatkan sebagai juara terbaik se-Kalimantan dalam Festival Kuliner Tradisional yang digelar dalam rangka HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tidak hanya di tingkat regional, Gammi Bawis juga meraih prestasi di tingkat nasional. Dalam lomba Masakan Khas Daerah Pangan Nusa 7 tingkat regional Kalimantan, kuliner ini berhasil menjadi juara pertama dan menu andalan dewan juri. Di tingkat nasional, Gammi Bawis memenangkan Juara II, menunjukkan kualitas dan cita rasa yang diakui.

Pada tahun 2017, Gammi Bawis masuk dalam nominasi 10 besar Anugerah Pesona Indonesia (API) sebagai makanan tradisional terpopuler. Makanan khas ini semakin dikenal setelah Presiden RI Joko Widodo mencicipi langsung Gammi Bawis, memperkuat posisinya sebagai salah satu kuliner tradisional terbaik Indonesia.

Tidak hanya prestasi di bidang kuliner, Gammi Bawis juga mencatatkan sejarah dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Pada tahun 2015, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama berbagai komunitas kuliner berhasil memecahkan rekor MURI dengan menyajikan gammi bawis cobek terbanyak.

 

  

 

Editor : Uways Alqadrie
#Restoran Anjungan Indah Bontang Laut #Wisata kuliner Bontang