Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Pengakuan Orang Tua Bayi yang Ditelantarkan di Samarinda

Eko Pralistio • Kamis, 26 September 2024 | 18:56 WIB

BERMULA ADOPSI: DM (24) dan AM (25) saat dia mantan di Polresta Samarinda. (FOTO: RAMA)
BERMULA ADOPSI: DM (24) dan AM (25) saat dia mantan di Polresta Samarinda. (FOTO: RAMA)
KALTIMPOST.ID, Polresta Samarinda menahan sepasang kekasih yang telah melahirkan anak di luar nikah, DM (24) dan AM (25). Keduanya harus berurusan dengan kepolisian setelah menelantarkan sang bayi berkelamin pria tersebut.

Pasangan tersebut dilaporkan setelah memberikan sang bayi kepada IN, Warga Jalan Marsda A Saleh, RT 24, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. Sebelum dilaporkan ditelantarkan di sebuah rumah Jalan Marsda A Saleh pada senin 8 Juli 2024, melalui medsos Dm dan IN bersepakat mengadopsi bayi ganteng tersebut.

Usai kesepakatan, IN dihadapkan pada pilihan penolakan sang suami terhadap keinginan adopsi tersebut. Akhirnya IN menaruh bayi tersebut di depan rumah, lalu melaporkan kasus penemuan ke kepolisian. Dari penyelidikan polisi inilah terungkap orang tua sang bayi dan pengakuan adopsi sebelum bayi ditelantarkan di rumah seorang warga.

Dikonfirmasi sebelum rilis di Polresta Samarinda pada 26 September 2024, DM mengaku, baru sebulan mengenal IN lewat media sosial Tiktok. Kesepakatan antara DM dan IN telah tersampaikan saat usia kandungan DM jalan delapan bulan. 

Ketika itu, alasan IN ingin mengadopsi bayi tersebut dikarenakan belum dikaruniai seorang anak walaupun sudah menikah berjalan hingga 5 tahun.

“Saya serahkan baik-baik tanpa ada imbalan apapun. Tapi enggak tahu kenapa IN begitu. Saya serahkan bayi itu di rumah sakit sekitar jam 11 siang,” ucapnya.

Menurutnya, IN telah membohongi DM lantaran bayi tersebut ditelantarkan begitu saja. Bahkan, kata dia, bila ujungnya seperti ini, DM tak akan memberikan bayi tersebut kepada IN.

“Saya tidak tahu kenapa IN membuat skenario seperti ini. Saya tidak ada niat menelantarkan bayi itu. Kalau dia tidak menerima akan saya ambil. Saya juga waktu kesepakatan itu menawarkan diri untuk siap membantu, namun dia tidak mau,” tukasnya mengakhiri. 

Editor : Uways Alqadrie
#Polresta Samarinda #Bayi terlantar