KALTIMPOST.ID, Persiapan Dayang Donna Walfiares Tania (DDWT) menghadapi Pilkada PPU terganggu, setelah namanya muncul dalam rilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dua nama lainnya, yaitu Awang Faroek Ishak (AFI) dan Rudy Ong Chandra (ROC). Ketiganya disebut KPK terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi pertambangan di Kaltim
Sebelumnya, KPK gencar melakukan penggeledahan di sejumlah kantor milik Pemprov Kaltim, serta beberapa kantor dan rumah pribadi milik tersangka.
Donna maju Pilkada PPU berpasangan dengan politisi Golkar, Andi Harahap, yang merupakan mantan Bupati PPU periode 2008-2013. Pasangan ini menjadi kandidat terakhir yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU.
Baca Juga: Mengapa Militer Lebanon Tidak Menyerang Israel? Ini Penjelasannya
Berkaitan pencalonannya di PPU, dia menyebut, PPU saat ini masih perlu melakukan pembenahan di berbagai sektor. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dan mempersiapkan PPU menghadapi tantangan sebagai daerah penyangga IKN. “PPU tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus melaju lebih cepat,” tambahnya.
Donna membawa visi pembangunan yang terinspirasi oleh jejak ayahnya, Awang Faroek Ishak. Ia ingin melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya, serta memperkuat sektor ekonomi melalui peningkatan investasi.
“Perekonomian PPU harus terus tumbuh, dan saya siap menggaet lebih banyak investor untuk mendukung pembangunan di sini,” ujarnya.
Salah satu tantangan yang ingin diatasi oleh Donna adalah ketimpangan pembangunan di PPU.
Menurutnya, PPU harus mampu memanfaatkan posisinya sebagai beranda IKN untuk menarik investasi dari berbagai sektor.
“PPU menjadi wajah masa depan Indonesia, sehingga kita harus berbenah dan bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Baca Juga: MotoGP Mandalika: Alonso Dekati Gelar Juara Dunia, Antusiasme Penonton Membeludak
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan investasi di PPU tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkembang.
“Kami ingin memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta agar pertumbuhan ekonomi PPU lebih optimal,” kata Donna.
Dalam bidang sosial, Donna menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan. Ia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku UMKM, khususnya perempuan, agar mereka lebih berdaya.
“Saya ingin perempuan di PPU memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” jelasnya.
Baca Juga: Gerak Cepat, KPK Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Izin Pertambangan di Kaltim
Donna Faroek, yang juga dikenal sebagai ketua Kadin Kaltim, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan milenial. Ia juga mendapat restu dari DPP PKB yang memberikan rekomendasi resmi pada Juli 2024 untuk maju di Pilkada PPU.
Dukungan yang kuat ini membuat Donna semakin yakin akan kemampuannya membawa perubahan positif di PPU.
“Saya tidak terburu-buru dalam memutuskan maju di Pilkada. Setelah mendengar aspirasi warga PPU, saya merasa bahwa inilah waktu yang tepat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah ini,” katanya.
Dayang Donna Faroek juga aktif di berbagai organisasi, termasuk PRSI Kaltim, ISSI Kaltim, dan Yayasan Untag 45 Samarinda. Juga pernah tercatat sebagai ketua KNPI Kaltim.
Baca Juga: Harga Bahan Pangan Masih Stabil di Balikpapan, Pemerintah Siapkan Pasar Murah
Baca Juga: Berkas Tersangka Dugaan Tipikor di Anak Usaha Perumda AUJ Telah P21
Baca Juga: Dua Orang Jadi Tersangka terkait Pembubaran Diskusi di Kemang
Biodata Dayang Donna Faroek:
Nama: Dayang Donna Faroek
Tanggal Lahir: 10 April 1976 (Usia 48 tahun)
Agama: Islam
Instagram: @donnafaroek
Jenjang Pendidikan:
- SMA Negeri 30 Cempaka Putih Jakarta Pusat
- Universitas Persada Indonesia Y.A.I.
Jenjang Karier:
- Ketua Yayasan 17 Agustus 1945
- Ketua Kadin Kaltim
- Ketua PRSI Kaltim
- Ketua ISSI Kaltim
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini