Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi untuk memastikan penyebab banjir lumpur yang melanda sekolah tersebut.
“Kita akan cari akar masalahnya dulu. Kabarnya banjir bercampur lumpur disebabkan ada perumahan di sekitar sekolah itu. Tapi kita akan cari tahu dulu kebenarannya,” ucapnya saat dikonfirmasi Kaltim Post, Selasa (1/10).
Langkah terdekat, sambung dia, akan mengumpulkan informasi seputar aktifitas perumahan di wilayah sekolah itu. Nah, jika memang benar penyebabnya adalah perumahan, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Pemkot Samarinda.
“Rekomendasi tersebut tentu berkaitan dengan evaluasi. Namun jika benar penyebabnya adalah perumahan,” tuturnya.
Dikhawatirkan Viktor, bahwa yang dimaksud perumahan itu bukan perumahan sebagaimana mestinya. Sebab, kalau perumahan tentu memiliki syarat yang harus dipenuhi. Sebut saja satu, ada kolam retensi atau folder sebagai tempat penampungan.
“Itu kendalanya. Sekarang ini banyak perumahan yang bentuk izinnya bukan perumahan, melainkan berbentuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang isinya hanya 1 sampai 2 rumah. Tapi dalam waktu dekat akan kami koordinasikan dulu kepada lurah terkait, agar data-data yang kita dapatkan valid dan akurat, sehingga bisa memberikan masukan yang tepat,” tukas kader dari partai berlogo Bintang Mercy itu.
Diberitakan sebelumnya, Lurah Lempake Musliadi menyebut, untuk sementara banjir bercampur lumpur yang menerjang sekolah dan sebagian permukiman warga, diduga berasal dari aktifitas pembangunan perumahan baru di wilayah tersebut.
“Aliran air bercampur lumpur dari lokasi itu tidak mampu tertampung, sehingga mengakibatkan banjir,” kata Musliadi.
Editor : Uways Alqadrie