KALTIMPOST.ID-Banyak yang kaget ketika melihat hasil hitung cepat pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI wilayah Kaltim diraih oleh nama baru. Dia adalah Sinta Rosma Yenti yang berusia 32 tahun.
Sinta memecahkan rekor sebagai warga dan sekaligus perwakilan dari Paser yang pertama kali lolos ke DPD RI mewakili Kaltim. Mantan pramugari itu, meraih 219.819 suara dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Perolehan suara itu di luar prediksi Sinta yang mengalahkan 19 caleg lainnya yang mayoritas berasal dari berbagai kota besar dan penduduk yang lebih besar di Kaltim.
Sinta bahkan jauh mengungguli suara anggota DPD petahana yang hanya meraih 188.000 suara. Saat berbincang dengan awak media di kediamannya, istri bupati Paser periode (2020-2024) Fahmi Fadli itu tidak menyangka raihan suaranya naik dua kali lipat. Semula dia hanya mematok 100 ribu lebih atau di urutan 3 dari 4 caleg yang lolos. Dia bercerita, perjuangannya ini tidak terlepas dari dukungan sang suami yang pertama kali memberikan ide agar maju ke DPD.
Sinta sebelumnya pernah maju pada Pileg 2019 untuk DPRD Kabupaten Paser di daerah pemilihan (dapil) IV. Namun karena baru pertama kali dan tidak ada persiapan matang, dia hanya meraih sekitar 500 suara. Belum lolos ke DPRD, namun suaranya membantu suara perolehan partainya saat itu yang lolos pertama kali di Dapil IV. "Dari situ lah saya belajar pertama kali tentang politik, lumayan untuk pertama kali maju bisa meraih suara 500 lebih," kata ibu tiga anak itu, Kamis (14/3).
Setelah itu, baru di tahun 2020 dia benar-benar terjun total ke politik. Di hajatan Pilkada Serentak itu, dia turun langsung ke lapangan membantu suami bertemu masyarakat. Sinta perlahan memahami bagaimana dunia politik. Setelah sang suami terpilih, dia mengaku tidak berpikir menjadi anggota DPD, DPRD maupun DPR RI. Sekitar satu atau dua tahun setelah menjabat ketua PKK, baru lah sang suami menyarankan untuk maju.
"Saya padahal masih menikmati berperan sebagai ketua PKK Paser membantu tugas suami, semua mengalir begitu saja ketika memutuskan berminat maju pencalonan DPD," kenang Sinta. Menurutnya, mengejar jabatan tidak akan ada habisnya. Dia sangat bersyukur berada di titik yang ada sebelum bulat maju ke DPD. Bahkan saat menikah dengan sang suami, saat itu status Fahmi Fadli bukan siapa-siapa. Hanya calon anggota DPRD Paser 2019-2024. Belum terpilih dan bahkan belum ada terpikirkan menjadi istri bupati.
"Alhamdulillah sampai di titik sekarang semua berkat doa orangtua, dukungan suami, keluarga dan tim tentunya," kata mantan pramugari Garuda Indonesia itu. Pengalamannya menjadi pramugari hampir 10 tahun, membuatnya tidak kesulitan melayani masyarakat di dunia politik. Sinta kenyang pengalaman sebagai pramugari. Mulai dari maskapai Lion Air, Batik Air, NAM Air, hingga akhirnya Garuda Indonesia.
Sinta yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, akhirnya memutuskan resign setelah menikah dengan sang suami pada 2018 dan memulai hidup baru di Kabupaten Paser. Mengenai tugas selanjutnya di Senayan sebagai anggota DPD RI dapil Kaltim, Sinta menegaskan, sebagai seorang senator dan ketua PKK merupakan bagian terpisah, namun tetap bisa dikerjakan. Dia tidak akan meninggalkan perannya di PKK. Karena dia banyak belajar berorganisasi dan melihat banyak persoalan di masyarakat. Ini yang akan jadi modalnya bertugas di Senayan mewakili Kalimantan Timur.
Sinta mengaku telah khatam mendengar aspirasi keluhan dari tingkat desa, kecamatan sampai level kabupaten. Seluruh istri kepala desa dan camat pun juga jadi sahabatnya, tentunya agar program PKK bisa bersinergi sampai ke tingkat desa. Selama menjabat sebagai ketua PKK, perwakilan PKK berbagai daerah yang di Kaltim mulai banyak mengenal Sinta. Selain ketua PKK yang paling muda, dia juga banyak membuat berbagai program.
"Mungkin ini juga yang membantu perolehan suara saya cukup tinggi di luar Kabupaten Paser, aktif di kegiatan PKK tingkat Kaltim membawa berkah tersendiri," kata anak ke tiga dari delapan bersaudara itu. (riz)
Editor : Romdani.