KALTIMPOST.ID, Pengarusutamaan gender (PUG) jadi menjadi isu yang mulai dihangatkan para pasangan calon (paslon) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.
Paslon nomor urut 1 Isran Noor-Hadi Mulyadi misalnya. Memanifestasikan isu itu dengan melibatkan perempuan dalam tim pemenangannya. Seperti Eny Sutarman yang diplot jadi juru bicara tim khusus pemenangan Isran-Hadi.
"Komitmen Isran-Hadi memberi ruang sebesar-besarnya untuk perempuan dalam berbagai segmen yang setara," ungkapnya, Kamis 3 Oktober 2024. Eny mengklaim, keterlibatan perempuan di masa kepemimpinan Isran-Hadi mencapai 40 persen.
Contoh konkret, sambung dia, di era kepemimpinan Isran-Hadi muncul Sekretaris Provinsi perempuan pertama sejak Pemprov Kaltim berdiri.
"Pemerintahan Isran–Hadi memberikan ruang besar untuk aktualisasi dan pendayagunaan perempuan. Ini juga yang meyakinkan saya untuk berjuang membangun daerah bersama Isran-Hadi," tegasnya.
Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Indeks Pembangunan Gender (IPG) sepanjang 2021-2023 mengalami peningkatan berkala. Pada 2021 dengan skor 86,18; Pada 2022 sebesar 86,77; dan 87,13 di 2023.
IPG menjadi tolok ukur berapa besar perbandingan pembangunan manusia dari sisi gender baik untuk penduduk laki-laki atau perempuan.
"Seperti Beasiswa Kaltim, tidak melihat perempuan atau laki-laki. Selama berpotensi akan didorong maksimal mewujudkan Kaltim Berdaulat," ucapnya.
Tentu, tukas dia, PUG tak sekadar retorika belaka. Mengingat ada kepercayaan dari tim pemenangan untuk bisa memaksimalkan peran perempuan dalam ruang politik di Pilgub Kaltim ini dengan memberikannya ruang di tim pemenangan khusus.
Editor : Uways Alqadrie