KALTIMPOST.ID, Serangan rudal yang diluncurkan Israel pada 1 Oktober kian memanaskan hubungan antara kedua negara. Ketegangan ini semakin meningkat ketika aksi invasi darat tentara zionis menuju Lebanon bagian selatan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Israel. Itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan yang terjadi di Gaza dan Lebanon serta bentuk balas dendam atas pembunuhan sejumlah pimpinan Hizbullah, IRGC, dan Hamas.
Konflik Iran dan Israel yang kian meningkat menyebabkan kekuatan militer kedua negara kini tengah menjadi sorotan.
Untuk itu perlu diketahui perbandingan kekuatan militer Iran dan Israel.
- Jumlah tentara aktif
Iran punya tentara aktif sebanyak 610 ribu, mencakup berbagai cabang militernya, termasuk angkatan darat, laut dan udara. Garda Revolusi dan personel pertahanan udara. Selain itu, Iran juga punya sekitar 350 ribu personel cadangan angkatan darat.
Adapun Israel, meski memiliki jumlah personel yang lebih sedikit hanya 169.500 yang tersebar di angkatan darat, laut dan udara, tetapi Israel punya jumlah pasukan cadangan lebih banyak yaitu sekitar 465 ribu personel.
- Alat tempur udara
Angkatan Udara Iran punya 312 pesawat tempur yang didukung dengan tambahan 23 pesawat lainnya milik IRGC. Iran juga punya 2 helikopter serang, 50 pesawat tambahan, dan 5 pesawat dari IRGC.
Adapun Israel punya 345 pesawat tempur dan 43 hwlikopter serang.
- Alat tempur darat
Iran memiliki kekuatan darat lebih besar yang meliputi 10.513 tank tempur, 6.798 senjata artileri, 640 kendaraan pengangkut pribadi lapis baja, 50 helikopter, dan 5 helikopter dari Garda Revolusi.
Adapun Israel punya sekitar 400 tank tempur, 530 senjata artileri, dan 1.190 pengangkut pribadi.
- Alat tempur laut
Iran punya kekuatan laut lebih besar yang meliputi 17 kapal selam taktis, 68 kapal patroli dan kombatan pantai, 7 korvet, 12 kapal pendarat, 11 kapal pendarat tambahan, 18 kapal logistik dan peralatan pendukung.
Di sisi lain, Israel punya sekitar 5 kapal selam dan 49 kapal patroli serta tempur pesisir.
- Sistem pertahanan udara
Pertahanan udara Israel sangat bergantung pada sistem Iron Dome. Sistem ini diyakini berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan Iran.
Sistem Iron Dome dilengkapi radar canggih yang mampu mendeteksi proyektil masuk, termasuk kecepatannya dan arahnya.
Di sisi lain pada Februari, Iran mengerahkan Azarakhsh yakni sistem deteksi jarak pendek dan ketinggian rendah yang menggunakan teknologi inframerah. Keunggulan Azarakhsh dilengkapi radar dan elektro optic dapat dipasang di kendaraan guna mencegah dan mendeteksi target.
Total Rudal Balistik Iran dan Israel
Diinformasikan perbandingan antara jenis rudal balistik Iran dan Israel.
Iran punya 12 rudal balistik jarak menengah dan jarak pendek dalam gudang persenjataannya, meliputi Qiam-1, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 500-1,000 kilometer, Fateh-110, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 200-300 kilometer, Fateh-313, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 500 kilometer, Tondar-69 (CSS-8), tipe SRBM dengan jarak jangkauan 150 kilometer,
Selain itu, Shahab 1, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 300 kilometer, Shahab 2, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 500 kilometer, Shahab-3 (Zelzal-3), tipe MRBM dengan jarak jangkauan 800-1,200 kilometer.
Termasuk ada Zolfaghar, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 700 kilometer, Sejjil-2, tipe MRBM dengan jarak jangkauan 1,500-2,500 kilometer, Ghadr 1/Modified Shahab-3, tipe IRBM dengan jarak jangkauan 2,000 kilometer, Khoramshahr, tipe MRBM dengan jarak jangkauan 2,000 kilometer, Emad-1, tipe IRBM dengan jarak jangkauan 2,000 kilometer.
Adapun Israel punya 4 jenis rudal balistik jarak kecil dan menengah, di antaranya Jericho 1, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 500 kilometer, Jericho 2, tipe MRBM dengan jarak jangkauan 1,500-3,500 kilometer, Jericho 3, tipe IRBM dengan jarak jangkauan 4,800-6,500 kilometer, LORA, tipe SRBM dengan jarak jangkauan 280 kilometer, Delilah tipe LACM dengan jarak jangkauan 250-300 kilometer.
Editor : Hernawati