KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Investasi swasta yang sudah masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp 58,4 triliun.
Itu terhitung sejak peletakan batu pertama atau Groundbreaking Tahap I pada 21 sampai 23 September 2023, hingga Groundbreaking Tahap 8 yang belum lama ini, dilaksanakan pada 25 September 2024 lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni mengungkapkan total nilai investasi dari peresmian pada Groundbreaking ke-8, diperkirakan mencapai Rp 1,57 triliun.
Di mana nilai investasi tersebut berasal dari gabungan investasi yang melibatkan satu investor asing murni, dua kemitraan asing, dan dua investor domestik dalam groundbreaking ke-8.
Groundbreaking ini melibatkan lima investor yaitu PT Plataran Boga Rasa yang membangun Teras Hutan Ibu Kota Nusantara, dan PT AIS Property Asia yang membangun kawasan pendidikan Australian Independent School (AIS) Nusantara.
Kemudian PT Primahotel Manajemen Indonesia yang akan membangun d’primahotel Nusantara, PT Magnum Estate International yang akan membangun kawasan hunian terpadu Magnum Resort Nusantara, serta PT Delonix Bravo Investment yang akan membangun kompleks komersial Delonix Nusantara.
“Sampai groundbreaking ke-7, (nilai investasi) Rp 56,83 triliun. Ditambah dengan groundbreaking ke-8 senilai Rp 1,5 triliun. Berarti (sekitar) Rp 58,4 triliun total investasi (di IKN). Itu di luar dana Bank Indonesia (BI) dan PSSI,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10).
Angka investasi tersebut lanjut Raja Juli Antoni, merupakan indikasi awal yang akan terus berkembang. Seiring dengan kemajuan pembangunan yang ada di IKN. Dan pelaporan melalui sistem Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik.
“Melalui proses kurasi yang terus berlangsung, nilai investasi bisa mengalami penyesuaian seiring dengan kemajuan dan realisasi pembangunan di lapangan,” sambungnya.
Baca Juga: ASN Kementerian Bernapas Lega, Presiden Joko Widodo Perintahkan Pindah ke IKN Mulai Januari 2025
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini menambahkan bahwa IKN masih menarik minat investor asing. Akan tetapi pihaknya tetap selektif dalam memilih calon investor yang relevan. Untuk mendukung pembangunan kota di IKN. Oleh karena itu, di menegaskan bahwa Otorita IKN bersama para pemangku kepentingan, akan terus memastikan bahwa setiap tahap pembangunan dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas. “Sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik,” pungkas Raja Juli Antoni. (*)
Editor : Thomas Priyandoko