KALTIMPOST.ID, Nilai investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) akan ditargetkan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir 2024.
Oleh karena itu, Otorita IKN juga terus berupaya menarik investor domestik dan asing untuk berinvestasi di IKN.
Dan menjadikannya ibu kota negara baru tersebut sebagai super economic hub. Yang berpotensi menggerakkan roda ekonomi nasional.
Menurut catatan Otorita IKN, hingga saat ini, dalam pelaksanaan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama investasi di IKN, yang pertama kali dilaksanakan pada 21 September 2023 hingga Groundbreaking Tahap 8 pada 25 September 2024, estimasi nilai investasi yang sudah masuk ke IKN telah mencapai Rp 58,41 triliun.
Baca Juga: Sandra Dewi: Saya Wanita Mandiri, Tidak Minta Nafkah Pribadi dari Harvey Moeis
Di mana Otorita IKN juga telah menerima 492 surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LoI) dari investor.
“Baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan rincian 239 LoI dalam negeri dan 199 LoI dari luar negeri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN Mochamad Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/10).
Oleh karena itu, upaya yang dilakukan Otorita IKN untuk menggenjot capaian investasi tersebut menjadi 2 kali lipat dalam 2 bulan terakhir ini adalah dengan menciptakan crowd atau keramaian di kawasan IKN.
Melalui kegiatan berskala nasional maupun internasional yang dilaksanakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Mulai dari Plaza Seremoni, Taman Kesuma Bangsa, hingga area publik lainnya yang ada di KIPP IKN.
“Semakin banyak crowd untuk menghidupkan IKN, maka semakin banyak investor yang tertarik berinvestasi di IKN,” harapnya.
Selain itu, melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN, yang diterbitkan Presiden Joko Widodo pada Juli lalu.
Yang memberikan sejumlah insentif kepada para calon investor yang ingin berinvestasi di IKN.
“Dengan itu kami berharap tidak ada alasan lagi untuk para investor tidak percaya pada komitmen pemerintah. Dan tidak segera membangun atau berinvestasi di IKN. Kita berharap pembangunan ini akan diramaikan oleh para investor, tidak hanya dengan APBN," pungkas pria ramah ini.
Baca Juga: Statistik Unggul, Indonesia Siap Hajar Bahrain Malam Ini
Sebelumnya, saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, DKI Jakarta, Selasa (8/10), Presiden Joko Widodo menyampaikan tetap optimistis capaian investasi yang masuk ke IKN hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 100 triliun.
“Harus tetap optimis, karena (investor) yang masuk itu sebenarnya ‘kan banyak yang perlu diseleksi. Serius atau enggak. Kalau serius, baru diberi peluang. Dan kita memang memilih. Jadi tidak semua langsung boleh masuk, semua boleh investasi. Semuanya lewat seleksi,” katanya.
Meski demikian, nilai investasi yang masuk hingga Groundbreaking Tahap 8 pada 25 September 2024 lalu, yang mencapai Rp 58,41 triliun merupakan merupakan capaian yang cukup besar.
Dan merupakan capaian yang baik yang baik selama setahun terakhir ini. “Memang benar angkanya Rp 58 triliun. Tapi itu angka yang gede banget. Duit gede itu,” pungkasnya. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini