Performa skuad Garuda sudah terbilang mumpuni, namun sejumlah keputusan kontroversial wasit Ahmed Al Kaf banyak merugikan Tim Merah Putih.
Setidaknya ada 4 keputusan kontroversial Ahmed Al Kaf di sepanjang pertandingan yang membuat Timnas Indonesia gagal memetik kemenangan.
Hasil Indonesia vs Bahrain semalam berakhir imbang 2-2 setelah kemenangan sudah di depan mata timnas Garuda.
Dua gol yang diciptakan Ragnar Oratmangoen (45+2’) dan Rafael Struick (74’) sejatinya hampir memastikan kemenangan Indonesia.
Hingga pada menit 90+9, Mohamed Marhoon mencetak gol penyama yang membuyarkan asa Timnas Merah Putih.
Raihan imbang di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Bahrain, ini membuat tim asuhan Shin Tae-yong terpaksa turun ke peringkat 5 klasemen Grup C.
Berikut deretan keputusan kontroversial wasit Ahmed Al-Kaf yang merugikan Timnas Indonesia di laga Indonesia vs Bahrain putaran 3 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
1. Beri Banyak Hadiah Pelanggaran untuk Bahrain
Sepanjang laga Indonesia vs Bahrain, permainan kerap terhenti. Terlebih kala tim tuan rumah tengah unggul. Aksi dramatis para pemain Bahrain kerap mengiasi lapangan.
Kontak fisik yang dilakukan timnas Indonesia telah seminimal mungkin, namun tim lawan tetap menunjukkan aksi teatrikal. Tanpa segan, wasit Al Kaf pun kerap mengadiahi pelanggaran untuk Bahrain.
Hal ini tentu merugikan skuad Garuda, terlebih drama pemain Bahrain beberapa kali dilakukan di sejumlah tempat yang membahayakan gawang Maarten Paes.
2. Tak Berikan Tendangan Bebas saat Indonesia Dilanggar
Timnas Indonesia seharusnya mendapatkan tendangan bebas di babak kedua. Winger Garuda Rafael Struick terlihat jelas dilanggar pemain belakang Bahrain tepat di muka kotak terlarang.
Namun, wasit asal Oman itu enggan memberikannya. Ahmed Al Kaf justru membiarkan permainan terus berlanjut.
Setelah momen itu, bola yang berjalan tampak mengenai dirinya yang membuatnya melakukan drop ball dengan bola untuk Timnas Merah Putih.
3. Lewati Masa Injury Time
Penambahan waktu di babak kedua menjadi puncak kontroversial wasit Ahmed Al Kaf. Masa injury time yang semestinya 6 menit, lewat hingga 10 menit yang berbuah gol Bahrain.
Memasuki masa injury time, sejatinya timnas Indonesia telah unggul 2-1 lewat tendangan indah Rafael Struick pada menit ke-74.
Keunggulan itu terus dijaga ketat tim asuhan Shin Tae-yong dari serangan bertubi-tubi Bahrain hingga menit ke-90.
Wasit Ahmed Al Kaf lantas memutuskan untuk memberikan tambahan waktu 6 menit di pertandingan babak kedua itu.
Tim Merah Putih sedianya telah berhasil mempertahankan keunggulan atas tuan rumah hingga waktu menginjak menit 90+6. Sayangnya, Al Kaf tak kunjung meniup peluit panjang.
Sang pengadil 41 tahun itu justru membiarkan pertandingan terus berlangsung hingga molor sampai pada menit ke-100.
Sialnya, asa Garuda memetik kemenangan perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026 terpaksa pupus setelah Mohamed Marhoon kembali membobol gawang Maarten Paes di menit 90+9.
Hanya berselang 1 menit kemudian, peluit panjang tanda laga berakhir dibunyikan Ahmed Al Kaf. Skor imbang 2-2 yang menyakitkan bagi timnas Indonesia pun akhirnya menutup pertandingan.
Keputusan Ahmed Al Kaf ini sangat mengecewakan hingga membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan melayangkan protes ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
"Ya, kami kirim surat protes. Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol," ujar anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, Jumat (11/10/2024).
4. Sahkan Gol Kedua Bahrain Tanpa Cek VAR
Situasi semakin kelu usai Al Kaf langsung mengesahkan gol kedua Mohamed Marhoon tanpa terlebih dulu mengecek VAR.
Pengadil lapangan sejatinya bisa mengecek VAR untuk memastikan gol penyama tuan rumah itu sah atau tidak.
Pasalnya, Husein Abdulkarim, penyerang Bahrain, sangat terlihat jelas terkena offside sebelum Mohamed Marhoon menerima bola.
Sejumlah keputusan kontroversial wasit Ahmed Al Kaf ini memicu protes keras dari pihak Indonesia, salah satunya pelatih Shin Tae-yong. Bahkan, Manajer Timnas Sumardji sampai dihadiai kartu merah oleh sang wasit. (*)
Editor : Almasrifah