KALTIMPOST.ID, Apel Siaga Satgas Cakra Buana PDIP yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, pada Jumat (11/10), menandai langkah awal PDIP dalam persiapan menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat.
Acara ini merupakan yang pertama sejak DPC PDIP dipimpin Pelaksana Tugas Ketua DPC Martin Apuy dan diikuti 1.700 kader PDIP.
Apel ini istimewa karena dihadiri Ketua Bidang Kehormatan Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PDIP Komarudin Watubun atau yang akrab dipanggil Bung Komar.
Bung Komar dalam arahannya menyebut perhelatan itu akan menjadi gelaran akbar pertama oleh partai politik menyongsong Pemilihan Serentak 2024.
Mengusung tema "Satyameva Jayate, Kebenaran Pasti Menang," acara tersebut juga sekaligus mengenang Megawati Soekarnoputri, presiden kelima Indonesia, yang pernah datang ke Bumi Tana Purai Ngeriman pada 1986.
"Ibu Mega jauh sebelum Kutai Barat seperti sekarang, beliau pernah menginjakkan kakinya di daerah ini. Waktu itu masih dalam pemerintahan Orde Baru, kondisinya masih hutan belantara," ucapnya.
Lebih lanjut Bung Komar mengungkapkan apel siaga tersebut bertujuan menyiapkan satgas-satgas guna mengawasi proses pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan 27 November.
PDIP menyiagakan pasukan ini untuk mengawasi jalannya pemilu. PDIP harus waspada terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi terutama praktik money politic.
Sebagai Ketua Bidang Kehormatan, Bung Komar titip pesan kepada kader-kader dan simpatisan PDIP di Kaltim khususnya Kubar dalam apel siaga.
Ia menyebut, momentum napak tilas Megawati Soekarnoputri yang pernah ke Kubar harus jadi inspirasi untuk lebih memahami kondisi masyarakat Kubar yang harus diperjuangkan para pemimpin daerah.
"Kader-kader harus berjuang, masa depan masyarakat ditentukan dari hasil keringatmu hari ini. Pengelolaan hasil kekayaan Kalimantan harus dipertanggungjawabkan serta diperjuangkan demi kepentingan masyarakat," tandasnya.
Apel juga diisi dengan pembacaan Dedication of Life" oleh Calon Bupati Kubar Frederick Edwin.
Ia mendapat kehormatan membaca Dedication of Life yang merupakan wasiat yang ditulis Presiden Soekarno pada 10 September 1966 berisi komitmen terhadap bangsa dan negara.
Dedication of Life juga jadi simbol amanat untuk meneruskan cita-cita proklamasi, guna memimpin pemenangan pilgub dan pilbup pada pemilu 2024.
Secara simbolis juga dilakukan penyerahan tanda pengamanan pemilu jujur dan adil kepada dua kader perwakilan apel siaga.
Editor : Hernawati