Bank Kaltimtara terus bertumbuh lebih baik dengan bermacam lini usaha yang dilakukan, salah satunya meningkatkan pelayanan digital. Termasuk ambil bagian dalam pemindahan ibu kota negara baru di Kaltim.
Nasya Rahaya, Samarinda
Syahrul Ramadan, Balikpapan
59 tahun sudah Bank Kaltimtara hadir menjadi solusi perbankan masyarakat Kaltim disusul Kalimantan Utara (Kaltara). Konsisten berkontribusi hingga setengah abad, membuat Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin, angkat topi atas kerja keras seluruh pegawai selama ini.
Dia pun menekankan pentingnya peran strategis Bankaltimtara dalam pembangunan daerah, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Negara Nusantara di Kaltim. Momen merajut semangat itu pun diperingati kemarin (14/10) dengan menggelar syukuran di Kantor Pusat Bank Kaltimtara, Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda. Dengan tema HUT “Bank Kaltimtara Maju Mendukung Nusantara Baru”, dia berharap kinerja perusahaan tumbuh dan bersaing dalam pembangunan ibu kota baru di Kaltim.
Senada, Sekretaris Perusahaan Bank Kaltimtara Rita Kurniasih mengungkapkan, saat ini Bank Kaltimtara terus bertumbuh lebih baik, bermacam usaha dilakukan, salah satunya meningkatkan pelayanan digitalisasi. Maupun membuka peluang untuk hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN). “Bank Kaltimtara kini termasuk dalam kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo saat melakukan groundbreaking kedudukan Bank Kaltimtara di IKN, beliau berharap kami dapat menjadi leader BPD di Kaltim, dengan memanfaatkan potensi IKN yang sangat besar," tambahnya.
Dia membeberkan, saat ini Bank Kaltimtara telah menyiapkan lokasi kantor di IKN. "Desain kantor kami saat ini sedang dalam tahap akurasi oleh Ridwan Kamil, dan kami akan mengikuti arahan dari pihak Otorita IKN untuk pembangunan gedung tersebut," jelasnya. Pada kesempatan itu juga, Pimpinan Departemen Hubungan Korporasi Bank Kaltimtara, Nurul Sulaiha menyampaikan tentang upaya mereka dalam meningkatkan inovasi dan pengembangan produk digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Persaingan di sektor perbankan semakin ketat. Jika kami tidak mampu beradaptasi dan mempercepat peningkatan aplikasi digital, kami akan tertinggal," ujarnya. Bank Kaltimtara saat ini fokus mengedepankan layanan digital. “Kami sedang meningkatkan banyak hal terkait mobile banking, DG by Bank Kaltimtara, digital self service, portal payment bank, smart school management system, dan e-Tiket. Keseluruhan pelayanan memang sedang kami promo dan gencarkan agar masyarakat terus setia menggunakan bank Kaltimtara,” jelasnya.
Beragam langkah strategis tersebut dilakukan agar Bank Kaltimtara siap memanfaatkan peluang yang ada, terutama di tengah transisi menuju IKN. Keberadaan bank di pusat pemerintahan baru diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat peran Bank Kaltimtara sebagai institusi keuangan yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Sambil terus meningkatkan produk dan layanan digital yang relevan.
Dari Balikpapan, semangat untuk terus bergerak lebih maju juga terpancar saat manajemen Kaltim Post Group yang dipimpin Direktur Kaltim Post Erwin Dede Nugroho, ikut merayakan HUT ke-59 Bankaltimtara Cabang Balikpapan. Dalam paparannya, Pemimpin Cabang Bankalimtara Balikpapan Faizal Riza menuturkan, tantangan dan peluang merupakan hal terpisahkan dengan bertambahnya usia Bankaltimtara.
“Dalam menghadapi tantangan dalam dunia perbankan pastinya ada banyak. Namun kami juga harus mempersiapkan tantangan tersebut dengan baik,” ucapnya optimistis. Misalnya, sambung dia, menyiapkan layanan digital kepada nasabah. Menurutnya, manajemen sedang menyiapkan dengan baik agar layanan kepada nasabah menyesuaikan zaman.
“Dengan begitu kita tidak ketinggalan,” ungkapnya. Hadirnya IKN di Kaltim, menurutnya harus dimaksimalkan. “Artinya kita tidak hanya bersaing di daerah tapi bisa langsung bersaing dengan bank-bank yang ada di IKN nantinya,” ucapnya.
Agar terus eksis dan berkontribusi, Faizal yang sebelumnya bertugas Bankaltimtara Cabang Mahakam Ulu (Mahulu) di Ujoh Bilang menuturkan, peluang yang ada akan diiringi dengan penawaran produk-produk serta pelayanan yang berbasis digital.
“Namun penggunaan teknologi ini mungkin nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi daerah. Sehingga warga yang berada di kawasan pedalaman dapat diberikan dengan pelayanan yang sesuai dengan situasi dan kondisi di sana,” ungkapnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki