Perihal surat protes ditolak AFC tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Timnas Indonesia Sumardji dengan sedikit geram. Ia mengaku baru mendapatkan balasan surat protes siang tadi.
"Barusan jam 12 siang ini, saya mendapat balasan surat protes yang kita kirimkan, dari AFC. AFC menyatakan protes tidak diterima, dan untuk lebih jelasnya kami diminta kirim surat ke FIFA," jelasnya.
Sumardji mengatakan, sebenarnya surat protes tersebut juga telah dikirimkan ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), namun jawaban yang diterima juga tidak sesuai harapan.
"Sebenarnya ke FIFA kami juga sudah kirim, jawabannya kami diminta mengirim surat ke AFC, ini agak aneh," ujarnya menambahkan.
Hasil Pertandingan Indonesia vs Bahrain Tak Dapat Diubah
Kombes Pol 69 tahun ini juga menerangkan, keputusan di laga Indonesia kontra Bahrain lalu tidak dapat lagi berubah, dari hasil pertandingan hingga penugasan wasit yang dianggap AFC tak bermasalah.
"Dijawab (AFC) bahwa sudah diterima surat protes dan tidak akan mempengaruhi hasil laga. Untuk berkaitan selanjutnya silakan untuk melaporkan ke FIFA, intinya seperti itu balasan suratnya. Jawaban suratnya seperti itu jam 12 siang ini," ucap Sumardji.
Untuk diketahui, sebelumnya PSSI melayangkan surat protes ke AFC dan FIFA mempertanyakan terkait perpanjangan waktu yang diberikan terhadap timnas Bahrain oleh wasit Ahmed Al Kaf.
Perpanjangan waktu yang diputuskan selama enam menit, namun Al Kaf tidak kunjung meniup peluit panjang hingga Bahrain mencetak gol penyama di menit 90+9.
Karena hal ini, Timnas Merah Putih harus menelan pil pahit ditahan imbang dengan skor 2-2 dan turun peringkat ke posisi 5 klasemen grup C.
Federasi Sepakbola Oman Kecam Intimidasi dan Minta FIFA Lindungi Ahmed Al Kaf
Kejadian ini pun memicu gelombang protes para supporter Indonesia di berbagai lini media sosial. Beragam bentuk sorotan hingga kecaman ditujukan terhadap wasit asal Oman tersebut.
Bahkan, Federasi Sepak Bola Oman sampai angkat suara. Mereka menyatakan tidak terima dan mengutuk keras Ahmed Al Kaf terus diintimidasi. Berikut pernyataan Federasi Sepak Bola Oman yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Asosiasi Sepak Bola Oman mengutuk keras serangan yang tidak beralasan dan penggunaan bahasa yang mengancam dan mengintimidasi terhadap wasit internasional Oman Ahmed Al-Kaf dan asistennya setelah pertandingan antara tim nasional Bahrain dan rekannya dari Indonesia di kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Kami menegaskan penolakan mutlak terhadap perilaku di luar konteks tersebut oleh sejumlah penggemar dan beberapa pihak terkait, memperingatkan konsekuensi dari perilaku di luar konteks tersebut, menekankan komitmen staf Oman sepanjang sejarah terhormat mereka semaksimal mungkin. Tingkat profesionalisme dan menerapkan tingkat transparansi, integritas, dan ketidakberpihakan tertinggi sesuai dengan standar internasional. Hal inilah yang membuat mereka layak menjadi wasit elite Asia.
Federasi tersebut juga meminta FIFA memberikan hak perlindungan dan keamanan untuk wasit Ahmed Al Kaf.
Asosiasi Sepak Bola Oman menyerukan kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia untuk memikul tanggung jawab mereka sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku untuk melindungi wasit dan memastikan keamanan dan keselamatan mereka, kami menegaskan bahwa kami bergerak maju dalam koordinasi dengan otoritas terkait untuk mencapai tujuan tersebut. tujuan yang sama.
Baca Juga: FIFA Denda Bahrain Rp 183 Juta Akibat 2 Insiden Konyol Suporter, Untungkan Timnas Indonesia
Asosiasi Sepak Bola Oman sekali lagi berjanji untuk terus mendukung tim wasit Oman yang dipimpin oleh wasit internasional Ahmed Al-Kaf, percaya diri dengan kompetensi mereka, memuji level mereka, dan berharap sukses dalam karir kontinental dan internasional mereka.
Struktur Organisasi AFC
Dilansir dari berbagai sumber, mengenai struktur organisasi AFC, posisi Presiden AFC diduduki oleh Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa.
Ia merupakan anggota House of Khalifa, keluarga kerajaan Bahrain. Ia telah menjadi presiden AFC sejak 2 Mei 2013.
Sebelumnya, Salman adalah presiden Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) dari 2002 hingga 2013. Ia juga pernah menjabat Ketua Komite Disiplin AFC dan Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA.
Selain itu, Salman juga diketahui merupakan anggota Dewan FIFA dan ketua Komite Pengembangan FIFA.
Di posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC ada Datuk Seri Windsor John. Ia merupakan administrator asal Malaysia. Windsor sudah menjabat Sekjen AFC sejak 2015 silam.
Sedangkan Direktur Perwasitan di AFC adalah Shamsul Maidin. Ia berasal dari Singapura yang telah menjabat Direktur Perwasitan AFC sejak 2016.
Kemudian, Shin Man Gil sebagai Wakil Sekjen berasal dari Korea Selatan yang mengurusi kompetisi dan sepak bola. Lalu Wakil Sekjen untuk urusan Asosiasi Anggota adalah Vahid Kardany asal Iran.
Sementara direktur teknik ada Andy Roxburgh dari Skotlandia, Direktur Finansial Chandra Mohan, Direktur Hukum Andrew Mercer, Direktur Komersial Andrew Rogers, Direktur KomunikasI Ravi Kumar, dan Eksekutif GA dan Pelayanan Mala Ruban. (*)
Editor : Almasrifah