Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini dijadwalkan sebagai penerbangan perintis yang terbang dari Bandara Djalaludin Gorontalo pukul 07.00 Wita dan tiba di Bandara Panua Pohuwato pukul 07.40 Wita.
Namun belum sempat mendarat, pesawat jenis Twin Otter ini jatuh di wilayah Kecamatan Marisa Pohuwato, tepatnya di lokasi tambak warga.
Empat orang dikabarkan tewas dalam insiden jatuhnya pesawat milik PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) tersebut.
“Info sementara yang saya dapat itu meninggal 4 orang, 3 laki-laki dan 1 perempuan,” ungkap Camat Randangan Saharudin Saleh.
Dilansir dari laman Polda Gorontalo, Kapolres Pohuwato AKBP Winarno mengatakan, saat ini para korban telah dilarikan ke Puskesmas Randangan, Pohuwato.
“Tim kami bersama TNI dan tenaga medis langsung mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan segera,” jelas, Minggu (20/10/2024).
Hingga kini, identitas para korban belum diketahui. Meski demikian, empat korban tewas tersebut masing-masing seorang pilot, co-pilot, engineer, dan seorang penumpang.
Winarno mengatakan, Polres Pohuwato bersama TNI dan tim SAR bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
“Kami langsung berkoordinasi dengan unsur TNI dan tim SAR untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya. (*)
Editor : Almasrifah